Dibuka Kembali, Hanya Separuh Pedagang Pasar Kidul yang Jualan

0
5
Konsep Otomatis
PASCADITUTUP- Situasi di Pasar Kidul, Bangli, Jumat (17/7) kemarin, pascaditutup selama tiga hari. Hanya separuh dari total pedagang yang dibolehkan jualan. (DenPost/antarini)

Pasar Kidul, Bangli, Jumat (17/7/2020) kemarin kembali dibuka pascaditutup selama tiga hari. Kendati dibuka, operasional pasar belum juga pulih seperti semula. Terlebih Pemkab Bangli melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 memerintahkan agar separuh dari total pedagang yang boleh jualan. Aktivitas pasar ini ditutup selama tiga hari setelah 35 pedagang terpapar corona.

KEPALA Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, I Wayan Gunawan, mengatakan bahwa sebelum ini pihaknya rapat koordinasi dengan pengelola Pasar Kidul mengenai pembatasan jumlah pedagang yang boleh jualan. Sesuai perintah Bupati Bangli I Made Gianyar, kapasitas pasar dikurangi 50 persen dan pedagang yang jualan digilir setiap hari. Penataan dan pembatasan itu dilakukan agar jarak antarpedagang bisa diatur sesuai ketentuan protokol kesehatan (prokes) guna memutus rantai penyebaran virus corona di Pasar Kidul.

Selain itu pihaknya kembali mempertegas bahwa dalam pertemuan disepakati agar pedagang yang tak bisa menunjukkan surat keterangan rapid test (tes cepat) nonreaktif dilarang jualan. Dalam hal ini, sesuai catatan Disperindag mengacu rapid test massal yang dilakukan sebelumnya, dari 815 total pedagang Pasar Kidul, saat itu baru 575 yang ikut tes cepat tersebut. Dengan kata lain, sedikitnya hampir 250 pedagang tak bisa jualan, ditambah lagi yang menjalani karantina. “Dengan total jumlah pedagang itu, dikurangi pedagang yang bandel tidak mau mengikuti rapid test serta pedagang yang menjalani karantina, maka pengurangan kapasitas pedagang bisa dilakukan,” jelas Gunawan, didampingi Humas GTTP Bangli, I Wayan Dirgayusa.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri 1441 H, Ketua MUI Bangli Audiensi ke Kapolres

Pihaknya minta peran aktif pedagang untuk sama-sama melakukan pengawasan terhadap pedagang yang membandel tersebut. Nama-nama pedagang yang sudah mengantongi suket rapid test nonreaktif dan pedagang yang membandel belum mau di-rapid test telah didata. “Kami juga minta pedagang berpartisipasi jika diketahui ada pedagang lain yang tidak ikut rapid test namun tetap jualan. Hal itu bisa disampaikan ke petugas agar petugas turun menindaklanjutinya. Ini demi keselamatan kita bersama,’’ tambah Gunawan.

Baca juga :  Perintah DPP, Demokrat Bangli Rekomendasikan Sedana Arta-Diar

Mengenai pengaturan keluar-masuk pasar, dijelaskan bahwa untuk di sebelah selatan dan utara pasar dibuat sekat sehingga hanya bisa dilalui sepeda motor. Dengan dibuat sekat, pedagang bermobil tidak bisa lagi jualan di selatan atau di utara pasar. Di samping itu pintu masuk pasar dijaga petugas yang melakukan pengecekan suhu tubuh. Tindak lanjut dari itu, pihaknya menyiapkan lima thermoscan dengan rincian empat untuk di pintu masuk dan satu lagi untuk kontrol bagi yang lolos pengecekan. “Sambil berjalan, tentu akan dilakukan evaluasi agar kekurangan maupun kelemahan sistem bisa kita sempurnakan,” pungkas Gunawan. (way)

Baca juga :  Lapuk, Pohon Bunut Tumbang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini