Dua Kader Bermasalah, Suara PDI di Bangli Terancam Ini

0
6
Picsart 07 17 08.17.03
PDI PERJUANGAN - DPD PDI Perjuangan saat menggelar jumpa wartawan, Jumat (17/7/2020), di Gedung DPD PDI Perjuangaan.

Sumerta Klod, DenPost

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Bali, mengumumkan dua nama kadernya yang bermasalah. Mereka, yakni Ngakan Kuta Parwata dan kakaknya, I Made Gianyar, yakni Bupati Kabupaten Bangli.

Dua nama ini, diumumkan Wakil Ketua Bidang Organisasi, I Wayan Sutena, Jumat (17/7/2020), di Gedung DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Jl. Banteng Baru, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur. Saat itu, dia didampingi Wakil Ketua Kehormatan Partai, I Ketut Suryadi, dan Wakil Sekretaris Bidang Internal, Cokorda Gede Agung.

“Ada pengurus yang mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPD, Made Gianyar, suratnya diterima kemarin. Kemudiam kami usulkan kepada DPP partai untuk melakukan pemecatan terhadap kader, Ngakan Kuta Parwata,” ujar Sutena.

Baca juga :  Lima PPDP di Denpasar Reaktif

Dia menjelaskan, alasan Gianyar mengundurkan diri dari jabatannya karena tidak mampu membina adiknya, yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Bangli melalui Partai Golkar. Kendati begitu, Gianyar tetap berstatus sebagai kader PDI Perjuangan.

Mencegah adanya duri dalam daging, apakah PDI Perjuangan juga akan memecat Gianyar? Sutena tidak menjawab langsung. Dia menyebutkan masih ada tahapan berikutnya dan keputusan itu bergantung kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP).

Baca juga :  PDIP Ajukan Dwi Madya Yani

“Kami menunggu rekomendasi dari DPP, pengeluaran rekomendasi (paket calon Bupati dan Wakil Bupati Bangli). Kalau tidak memenangkan calon PDI Perjuangan, konsekuensinya ada, antara lain itu pemecatan,” ujarnya.

Namun secara pribadi, dia berprinsip bahwa memenangkan PDI Perjuangan merupakan harga mati bagi kader. “Bagi saya pribadi, malu dong. Menjadi wakil bupati dua periode, menjadi bupati kalau saya malu (apabila membelot),” ungkapkan pandangannya jika di posisi Gianyar.

Ketut Suryadi menambahkan, sebelum memutuskan mengundurkan diri dari jabatan, Gianyar telah komit untuk memenangkan suara PDI Perjuangan di Kabupaten Bangli. Sikap itu dikatakannya pada 19 Juni, di Gedung DPD.

Baca juga :  Golkar Sandingkan Subrata-Ngakan Kutha

Saat itu, kata dia, DPD telah memberi pilihan. Apabila Gianyar memilih memenangkan adiknya yang maju dengan Partai Golkar, maka dipersilakan mundur. Atau tetap memenangkan suara PDI Perjuangan di Bangli.

Sama seperti Sutena, Boping mengatakan pengurus akan memantau sikap Gianyar ketika PDI Perjuangan telah menetapkan pasangan calon. “Jangan sampai, dia masih kader PDI Perjuangan, memakai dalih itu untuk mendorong (memenangkan calon partai lain),” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini