Mafia Tanah Paksa Alihkan Tanah Bermasalah

0
11
Mafia Tanah Paksa Alihkan Tanah Bermasalah
MILIK JURNALIS - Tanah milik jurnalis senior Joko Sugianto seluas 100 meter2 di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Densel, yang dipaksa-alihkan ke pihak lain. (DenPost/ist)

Denpasar, denpost.id
Gerakan mafia yang merampas tanah milik jurnalis senior Joko Sugianto agaknya kian meresahkan. Informasi terbaru, sebagian tanah milik Sugianto seluas 100 meter2 di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Densel, dipaksa -alihkan ke pihak lain. Demikian disampaikan kuasa hukum Joko Sugianto dari LBH KAI Bali, Agus Samijaya, Jumat (17/7/2020).

Seperti diketahui tanah tersebut awalnya seluas 250 meter2, namun dirampas Wayan Padma. Berbekal dokumen yang diduga palsu, dia mensertifikatkan tanah itu atas namanya sendiri. Kemudian tanah itu dipecah menjadi dua. Masing-masing seluas 100 meter2 dialihkan ke H.Dedik Sunardi, sedangkan seluas 150 meter2 ada bangunan yang masih atas nama Wayan Padma. “Itu sudah kami duga sebelumnya. Itulah namanya mafia, ingin cepat lepas guna menghilangkan jejak. Kami sudah cek ke BPN dan dibenarkan ada yang mohon pengalihan hak tanah milik klien kami,” ujar Agus Samijaya.
Dijelaskan pula berdasarkan informasi BPN Denpasar, permohonan balik nama sertifikat dari Dedik Sunardi diajukan pada Rabu (15/7/2020). “Anehnya, permohonan itu dilengkapi akte jual-beli (AJB) di salah seorang notaris /PPAT Denpasar,” imbuh Samijaya, keheranan.

Menurut dia, pihak BPN sudah menolak permohonan tersebut. Dasar penolakan BPN cukup jelas yakni sertifikat atas nama Padma, dan Dedik Sunardi, sudah diblokir sejak minggu lalu. “Sekali lagi saya minta jangan ada pihak yang mengalihkan tanah sengketa, termasuk notaris. Bila ada yang memaksakan, maka akan kami bawa ke proses hukum,” tegas sekjen KAI Bali ini.

Baca juga :  Soal Stimulus untuk Insan Pers, Dewan Minta Tindak Lanjut Eksekutif

Sementara itu, Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Made Widiada saat dimintai konfirmasi oleh wartawan melalui ponsel menyatakan tidak boleh mentransaksikan tanah sengketa. Hal itu sesuai Pasal 1 AJB.
Bila ada PPAT melakukan transaksi tanah sengketa, maka bisa diproses secara hukum. “Pihak yang keberatan bisa mengadukan ke IPPAT,” tegas Widiada.

Di sisi lain, Notaris/PPAT, AA Gede Widarma yang sebelumnya dipakai Wayan Padma transaksi tanah ke Dedi Sunardi, Muhaji, Wayan Wiwin, dan Albert Nahor, tidak dapat dimintai konfirmasi wartawan. Ponsel maupun pesan WA dalam status tidak aktif.

Baca juga :  Skema Rujukan Covid-19 Dievaluasi, Gejala Berat Diarahkan ke Sanglah

Mengenai undangan BPN kepada Joko Sugianto, Samijaya kembali menambahkan sudah dipenuhi. Agenda pertemuan, BPN meminta data atau bukti kepemilikan tanah ke Joko Sugianto sebagai pelengkap bukti sebelumnya. “Awalnya kami dipertemukan dengan pihak Wayan Padma namun bersangkutan tidak nongol. Padahal sudah kami tunggu cukup lama,” tandas Samijaya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini