Penumpang di Bandara Ngurah Rai,Domestik Menggeliat, Internasional belum Beranjak

0
16
Penumpang di Bandara Ngurah Rai,Domestik Menggeliat, Internasional belum Beranjak
EVALUASI - Pelaksanaan tatanan kebiasaan hidup baru di sektor penerbangan yang masih perlu dievaluasi seperti halnya di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta ini. (DenPost/ist)

Kuta, DenPost
Penerapan tatanan kehidupan era baru membuat pergerakan penumpang rute domestik di Bandara Ngurah Rai mulai menggeliat. Kini rata-rata 2.000-2.500 penumpang per hari yang naik pesawat. Sedangkan sebelumnya hanya berkisar 1.500 penumpang per hari.

Menurut Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Andanina Megasari, Kamis (16/7/2020), kondisi ini didukung terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.305/GUGASCOVID19/VI/2020 tentang pengendalian perjalanan orang di pintu masuk wilayah Bali dalam masa adaptasi kehidupan era baru menuju masyarakat produktif dan aman covid-19. Para pelaku perjalanan yang hendak masuk Bali diperkenankan berbekal surat keterangan hasil nonreaktif rapid test. “Memang sejak diperkenankan berbekal hasil nonreaktif rapid test, terjadi peningkatan penumpang domestik. Sebelumnya ketika hanya diperkenankan berbekal surat pemeriksaan negatif tes swab berbasis polymerase chain reaction (PCR), jumlah penumpang memang di bawah kondisi itu,” paparnya.

Pada 9 Juli saat diberlakukannya tatanan hidup era baru, kedatangan penumpang domestik di Bandara Ngurah Rai sebanyak 691. Sedangkan untuk keberangkatan domestik sebanyak 806. Kondisi ini lalu meningkat sesuai catatan terakhir pada 15 Juli bahwa kedatangan penumpang di terminal domestik mencapai 1.322. Sedangkan keberangkatan penumpang domestik mencapai 1.443. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan pergerakan pesawat. Pada 9 Juli lalu penerbangan domestik yang datang dan berangkat ke Bali masing-masing 11. Pada 15 Juli meningkat menjadi 23 penerbangan. Untuk domestik, penumpang dominan ke Jakarta dan Surabaya.

Baca juga :  Lestarikan Adat dan Budaya, Ini yang Dilakukan Pecatu

Fenomena berbeda terjadi di rute internasional. Mengingat hingga kini belum ada peningkatan signifikan, maka penerbangan internasional yang dilayani hanya repatriasi dan kargo. “Satu penerbangan reguler itu rutenya ke Doha (Qatar), tapi itu untuk mengangkut repatriasi dan pekerja migran Indonesia (PMI) kita. Saya dengar ada PMI yang sudah berangkat kembali ke tempat kerjanya, karena dipanggil untuk kembali bekerja,” bebernya.

Sedangkan General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menyebutkan memasuki era adaptasi kebiasaan baru di dunia penerbangan, sejumlah instansi anggota komunitas bandara menggelar evaluasi bersama mengenai penerapan protokol kesehatan (prokes) di bandara. “Melalui Airport Security Committee Meeting (ASC) kali ini protokol dievaluasi secara berkala untuk melihat dan menentukan apa yang sudah berjalan dengan baik, serta sektor mana yang masih perlu ditingkatkan,” tegasnya.

Baca juga :  Lantik Pengurus PAC, Anak Bupati Badung Pimpin PDIP Petang

Penerapan prokes bagi penumpang pesawat didasarkan pada aturan yakni SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No.9 Tahun 2020, SE Gugus Tugas Provinsi Bali No.305 Tahun 2020, serta SE Gubernur Bali No.11525 Tahun 2020. “Secara umum, implementasi prokes telah berjalan dengan baik. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan di antaranya terkait prosedur pengisian data di Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau HAC,” ungkap Herry.
Menurut dia, masih cukup banyak penumpang yang belum melengkapi diri dengan HAC yang mesti diisi lengkap.

Baca juga :  Dua ODP Masuk Ruang Isolasi Usai Rapid Test

“Penumpang masih banyak yang mengisi kartu ini setibanya di terminal kedatangan sehingga acapkali terjadi kepadatan,” paparnya.
Hal ini dapat diatasi, salah satunya adalah dengan mengisi HAC melalui aplikasi yaitu eHAC Indonesia, sehingga penumpang dapat melalui proses pemeriksaan dokumen kelengkapan diri lebih cepat, serta tidak akan terjadi kepadatan penumpang. (gik)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini