SMAN 7 Denpasar terapkan Pembelajaran Efektif Saat Pandemi

0
10
SMAN 7 Denpasar terapkan Pembelajaran Efektif Saat Pandemi

Kereneng, DenPost
Memasuki tahun ajaran 2020/2021, pembelajaran di jenjang SMA/ SMK tetap berlangsung dalam jaringan (daring) atau online. Kebijakan ini diterapkan pemerintah dalam rangka penanganan pandemi covid-19.

Terhadap kondisi itu, Dinas Pendidikan, Pemuda dan

Olahgara, minta sekolah agar segera menyesuaikan diri dengan metode belajar online. SMA Negeri 7 Denpasar, misalnya, secara bertahap melakukan pendekatan kepada siswa baru kelas X. Pendekatan itu sebagai pondasi yang ditanamkan untuk memperkuat mental dan spiritual anak, sehingga cepat memahami materi ajar dan berbudi pekerti luhur. Strategi itu dinamai pendekatan dengan hati.
“Hati kita (pendidik) yang bicara, maka akan dijawab dengan hati. Kalau kekerasan yang kita gunakan, maka semua akan terlempar. Pendidikan karakter itu butuh sentuhan hati,” ujar Kepala SMAN 7 Denpasar, Cokorda Istri Mirah Kusuma Widiawati, Minggu (19/7/2020).

Baca juga :  Sebelum Sandar, Kapal Asing Dikarantina Dua Mil dari Pelabuhan

Hal itu dia sampaikan di sela-sela Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahap kedua sekolah setempat yang berlangsung secara online.
Dia menyadari bahwa mendidikan bukanlah pekerjaan mudah. Tapi langkah-langkah terbaik harus dilakukan untuk menyikapi kebutuhan jaman. Terlebih saat pandemi saat ini membuat komunikasi antara guru dengan siswa berlangsung dalam jaringan.

Minimnya komunikasi verbal, diakuinya menjadi tantangan di masa pandemi. Maka dari itu anak-anak harus dididik secara bersama dengan melibatkan orang tua, sekolah dan lingkungan.

Baca juga :  Klaster Upacara Ngaben, Satu Warga Sanur Kaja Kembali Meninggal Akibat Covid-19

Cokorda Istri Mirah mengatakan para siswa tetap dipantau oleh sekolah melalui guru bidang Bimbingan Konseling (BK). Tugasnya, memantau dan melakukan pendekatan terhadap anak yang dinilai membutuhkan pendekatan ekstra.

“Guru dan siswa berkomunikasi lewat WA. Di sana juga ada guru BK, memantau anak. Kalau ada yang perlu pendekatan ekstra, maka ditelusuri,” ungkapnya.
Mendukung pelaksanaan belajar online, Cokorda Istri Mirah mengatakan sekolah memberi kuota internet sebesar Rp50 ribu/siswa.

Baca juga :  Ayah Stroke, Pelajar 15 Tahun Jadi Buruh Demi Kuota Internet dan Hidupi Keluarga

Pemberian kuota internet itu diagendakan selama empat bulan, sejak Agustus sebab pada Desember siswa mulai libur. Dalam MPLS kedua itu siswa baru ikut tes peminatan untuk menentukan kelas IPA atau IPS. “Semoga Senin keluar hasil, Selasa sudah belajar,” pungkasnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini