Lagi, Empat Pasien Covid-19 di Bali Meninggal Dunia

0
17
Lagi, Empat Pasien Covid-19 di Bali Meninggal Dunia
MAKAMKAN JENAZAH - Petugas kesehatan saat memakamkan jenazah pasien virus corona asal Kecamatan Marga, Tabanan, Senin (20/7) kemarin. (DenPost/ist)

Sumerta Klod, DenPost
Pasien covid-19 (virus corona) di Bali yang tercatat meninggal dunia bertambah empat pada Senin (20/7/2020). Dengan demikian, jumlah totalnya hingga kini mencapai 44. Sesuai data Diskes Bali, sebarannya di Buleleng tercatat dua pasien meninggal, di Tabanan dan Badung masing-masing seorang.

Kediskes Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, pasien dari Buleleng yang meninggal keduanya laki-laki berusia 30 tahun dan 62 tahun. “Pasien laki-laki berusia 30 tahun meninggal dunia pada 15 Juli 2020, dengan hasil gambaran massa di paru,” tegasnya.

Menurut Suarjaya, pasien ini masuk RS pada 10 Juli dan hasil PCR-nya positif diketahui 15 Juli. Sedangkan pasien laki-laki berusia 62 tahun punya penyakit penyerta kencing manis grade II. Pasien masuk RS PTN Unud pada 30 Juni dan hasil PCR-nya positif pada 4 Juli lalu. “Pasien meninggal dunia pada 19 Juli,” imbuhnya.

Baca juga :  Gede Dana Bagikan Ribuan Masker ke Warga Sibetan 

Mengenai di Tabanan, pasien corona yang meninggal pada Senin kemarin berasal dari Kecamatan Marga. Dia pasien laki-laki usia 47 tahun, dan sempat menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar. Selain positif corona, pasien juga punya riwayat penyakit bawaan yakni gagal ginjal. Jenazahnya sudah dikubur di setra desa setempat dengan protokol penguburan covid-19. Ketua Harian GTPP Covid Tabanan melalui jubir yang juga Kadis Kominfo Tabanan I Putu Dian Setiawan menyebutkan pasien meninggal yang sehari-hari sebagai pedagang asal Marga ini pertama kali terpapar corona ketika cuci darah di salah RS swasta di Tabanan, karena gagal ginjal. Satu pasien lagi yang meninggal adalah pria usia 26 tahun asal Kecamatan Kediri yang bekerja di salah satu hotel di Denpasar.

Baca juga :  Tiga Hari Dicari, Nelayan Hilang Akhirnya Ditemukan

Sedangkan di Badung, pasien yang meninghal dunia berasal dari Desa Angantaka, Abiansemal, Badung. Koordinator Kehumasan GTPP Covid-19 Badung, IGN Jaya Saputra, mengatakan pria berusia 44 tahun itu sempat dirawat di RSD Mangusada, Kapal, Mengwi. “Pasien meninggal dunia pada Jumat (17/7) lalu pukul 23.45,” tegasnya.
Dengan demikian, jumlah kumulatif pasien meninggal akibat covid-19 di Badung hingga tercatat 11. Sedangkan kasus positif corona pada Minggu (19/7) lalu ada dua, sehingga total kasusnya menjadi 363. Rinciannya: 82 PDP, sembilan ODP, 256 OTG, dan 16 PMI. “Penambahan kasus positif adalah dua OTG dari Darmasaba dan Penarungan,” tandas Jaya Saputra.

Disiplin Prokes

Kadiskes Bali Suarjaya menambahkan pemerintah terus berupaya mencegah penularan secara masif melalui penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan rutin. Saat ini langkah pemerintah yakni memetakan kelompok berisiko. “Agar tidak terinfeksi virus, terapkan protokol kesehatan secara disiplin, terutama bagi kelompok yang berisiko dan semua warga tentu saja,” terangnya.

Baca juga :  Satpol PP Bubarkan Pengunjung Kafe Diva

Saat ini klaster mana yang paling berisiko? Ditanya demikian, Suarjaya menjawab bahwa sekarang tidak lagi mengenal klaster. Dengan kata lain, semua orang bisa terinfeksi. Menurutnya, pemetaan kaster hanya menentukan luasnya penularan melalui transmisi lokal. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan secara optimal. Juga melakukan penelusuran orang-orang yang pernah kontak dekat dengan pasien positif covid-19.

Maka menurutnya, yang terpenting adalah menjaga immunitas dijaga tetap stabil. Selain menerapkan prokes, terapkan juga pola hidup bersih dan sehat. “Rajin olahraga, makanan bergizi, cukup istirahat, mengelola stres, dan tidak merokok. Bila perlu minum loloh dan madu kele,” pungkasnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini