Nihil Kasus Kematian Covid-19, Jembrana Dapat DID Rp14 Miliar Lebih

0
8
Picsart 07 21 06.30.11
TANGANI COVID - Bupati Jembrana, I Putu Artha, dan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam suatu kesempatan dalam penanganan Covid-19.

Negara, DenPost

Pemkab Jembrana sejauh ini dinilai mampu dalam mengendalikan penyebaran Covid-19, sehingga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Jembrana satu-satunya kabupaten/kota di Bali, yang berhak atas insentif sebesar Rp14,9 miliar sebagai daerah berkinerja baik dalam penanganan pandemi Covid-19.

Bantuan insentif itu, bersumber dari Dana Insentif Daerah ( DID) Tambahan Anggaran 2020, ditetapkan oleh Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 87/PMK.07/2020 .

Adapun indikator daerah dikategorikan berkinerja baik, meliputi laporan kinerja kesehatan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19, laporan bantuan sosial untuk warga dan masyarakat terdampak, zona epidemiologi, serta skor epidemiologi yang diraih terkait perkembangan Covid-19 di masing-masing daerah.

Baca juga :  Urai Kemacetan di Gilimanuk, Gugus Tugas Jembrana Koordinasi ke Ketapang

Sampai saat ini, Kabupaten Jembrana merupakan daerah dengan angka kasus terkonfirmasi positif terendah di Bali. Secara kumulatif, kasus terkonfirmasi Covid-19 Jembrana saat ini sebanyak 54 kasus, dengan angka kesembuhan 49 pasien atau 90 persen. Selain itu, Jembrana juga mencatatkan satu-satunya daerah di Bali yang nihil kasus kematian Covid-19.

Atas raihan itu, Bupati Jembrana, I Putu Artha, didampingi Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Selasa (21/7/2020), mengaku bersyukur. Menurutnya, capaian itu tak lepas dari sinergi yang baik dan buah kerja keras dari semua pihak, baik jajaran Gugus Tugas Jembrana, tim medis hingga Satgas Gotong Royong yang terbentuk mulai dari desa/kelurahan hingga di desa adat .

Baca juga :  KJM Ajukan Dua Bakal Calon

Artha menambahkan, penanganan Covid-19 di Jembrana sifatnya terpadu melibatkan seluruh unsur. Untuk kecepatan tracking, Gugus Tugas Covid-19 Jembrana secara khusus membentuk relawan surveilans selama pandemi di masing-masing desa/kelurahan. Relawan ini, sebut dia, sangat membantu percepatan tracking orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif.

Selain itu, keberadaan gedung baru RSU Negara yang baru saja diresmikan memberikan manfaat lebih dalam penangan Covid-19. RSU Negara memiliki ruang isolasi yang cukup untuk merawat pasien terkonfimasi positif. Terkini, rumah sakit milik daerah yang kini fasilitasnya lebih lengkap dan luas sudah menambah kapasitas ruangan isolasi, serta prasarana penunjang. (120)

Baca juga :  Pelabuhan Pengambengan Perlu Banyak Pembenahan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini