TAD ADA LAGI KLASTER, SEMUA BISA KENA

0
13
TAD ADA LAGI KLASTER, SEMUA BISA KENA

PENULARAN covid-19 (virus corona) di Bali kian masif. Tiap hari rata-rata puluhan warga terpapar virus yang sangat membahayakan ini. Jika sebelumnya warga terpapar dari klaster pasar tradisional maupun pusat-pusat kesehatan, namun belakangan ini mulai bergeser. Covid-19 tak hanya bisa menyebar lewat droplet (titik air berisi virus dari batuk dan bersin), tapi cara lain.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 9 Juli 2020, virus corona dapat menyebar melalui udara. Virus ini mampu bertahan di udara, melayang-layang sampai delapan jam setelah keluar dari tubuh penderita saat bersin atau batuk, tidak lagi perlu medium cairan untuk bertahan. Di ruangan tertutup lebih lama lagi virus bertahan dan lebih cepat mendarat di tubuh orang yang belum kena karena udara yang berputar disitu-situ saja.

Mengenai tak lagi ada klaster yang paling berisiko menularkan virus corona, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bali dr.Ketut Suarjaya mengatakan memang begitu adanya. Dengan kata lain, semua orang bisa terpapar virus corona tanpa mengenal waktu dan tempat. Hal ini tak lepas dari tingginya mobilitas warga sejak dibukanya tatanan hidup era baru. Banyak di antara kita yang tidak tahan terkungkung di rumah selama tiga bulan. Belum lagi akibat faktor ekonomi yang kian mendesak.

Baca juga :  Lagi, Satu Pasien Covid-19 di Denpasar Meninggal

Mengenai pemetaan kaster selama ini, menurut Suarjaya, hanya untuk menentukan luasnya penularan melalui transmisi lokal. Lewat pemetaan klaster pula penanganan dapat dilakukan secara optimal. Melakukan penelusuran orang-orang yang pernah kontak dekat dengan pasien covid-19.

Hal terpenting sekarang yakni menjaga imunitas tubuh masing-masing agar tetap stabil. Selain menerapkan protokol kesehatan (prokes), terapkan juga pola hidup bersih dan sehat. “Rajin olahraga, makanan bergizi, cukup istirahat, mengelola stres, dan tidak merokok. Bila perlu minum loloh dan madu kele,” tegasnya.
Menariknya, Suarjaya mengatakan bahwa kasus covid-19 di Bali mulai mereda. Hal itu dilihat dari jumlah pasien yang sembuh. “Kasus mulai mereda, yang sembuh sudah bertambah banyak. Astungkara, semoga baik-baik semua. Semoga terus menurun (kasus positif dan meninggal),” tegasnya.

Baca juga :  Polisi Ungkap Fakta Baru Terkait Pemuda Asal Tenganan yang Diduga Tewas Dibegal

Disebutkan pula bahwa pasien sembuh kini mencapai 2.000 lebih. Capaian ini tidak lepas dari kerja sama masyarakat bersama pemerintah. Menuju Bali bebas covid-19, masyarakat mesti mendukung program pemerintah.
Kata Suarjaya, langkah yang paling penting adalah gerakan di hulu, dalam hal ini masyarakat. Pemerintah berharap penerapan prokes menjadi kebutuhan bagi masyarakat, sehingga dilakukan dengan kesadaran diri. “Pemerintah terus berupaya mencegah bertambahnya kasus. Sambil menjaga agar yang terkonfirmasi segera sembuh,” sebutnya.

Baca juga :  Resahkan Lingkungan, Delapan PSK Diamankan

Mengenai pasien corona yang meninggal di Bali, berdasarkan data, sebagian disertai komorbid atau penyakit penyerta. Tekait fenomena itu, Suarjaya mengatakan pemerintah terus berupaya mencegah penularan secara masif melalui penerapan protokol kesehatan secara disiplin dan rutin. Saat ini langkah pemerintah terus memetakan kelompok berisiko seperti pasar tradisional. “Kami mencegah agar tidak terinfeksi virus dengan disiplin menerapkan prokes, terutama bagi kelompok yang berisiko dan tentu saja semua warga,” tandasnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini