Korban Sindikat Mafia Tanah Sesetan Mengadu ke Satgas PPMT

0
20
Korban Sindikat Mafia Tanah Sesetan Mengadu ke Satgas PPMT
SERAHKAN BUKTI - Kuasa hukum pemilik tanah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Densel, Pekak (Kakek) Pujiama yang diwakili dan kuasa hukum Joko Sugianto, Agus Samijaya, menyerahkan berbagai bukti ke Satgas Pemberantasan dan Pencegahan Mafia Tanah (PPMT) di Kanwil BPN Bali, Selasa (21/7/2020). (denpost.id/ist)

Denpasar, denPost.id
Perkara mafia tanah yang merampas tanah milik Pekak (kakek) Pujiama di Jalan Batas Dukuh Sari gang Merak, Sesetan, Densel, seluas hampir 7 are terus bergulir. Pujiama melalui kuasa hukumnya yang diwakili Kornelis Agung Pringgohadi mengadukan kasus ini ke Satgas Pemberantasan dan Pencegahan Mafia Tanah (PPMT) di Kanwil BPN Bali, Selasa (21/7/2020). Laporan ini diikuti Joko Sugianto melalui kuasa hukumnya, Agus Samijaya, dari LBH KAI Bali.

Menurut Samijaya, indikasi adanya sindikasi mafia tanah dalam kasus ini cukup kuat. Karena itu pihaknya mohon perlindungan dan bantuan hukum kepada Satgas PPMT Bali yang diketuai Kakanwil BPN Bali. “Ini bagian dari upaya kami, selain melakukan pengaduan ke Polda Bali atau Polresta Denpasar, karena bedasarkan investigasi kami, ada indikasi campur tangan mafia tanah pada kasus ini,” ungkapnya.

Pengacara didikan Adnan Buyung Nasution (alm.) ini juga mengungkapkan baik pihak Joko maupun Pujiama telah membawa bukti-bukti untuk memperkuat laporan itu. “Semua bukti yang berkaitan dengan jual-beli hak atas tanah, kuitansi laporan polisi, dan lain-lain, semua kami serahkan,” beber Samijaya.

Baca juga :  Omzet Turun, Ribuan UMKM di Klungkung Terancam Gulung Tikar  

Menurut pimpinan ASA Law Firm Bali ini, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kakanwil BPN yang akan melakukan pendalaman terkait penanganan teknis. “Nanti beliau bertemu dengan kami untuk menjelaskan teknisnya, apakah ditangani langsung oleh Satgas atau justru bekerja sama dengan Polda Bali mengenai indikasi keterlibatan mafia tanah,” terangnya.

Kepala Kantor Wilayah BPN Bali, Rudi Rubijaya kepada wartawan membenarkan adanya laporan ini. “Laporan telah diterima. Nanti secara teknis akan kami jelaskan pada pertemuan lebih lanjut,” tegasnya lewat telepon.

Baca juga :  Berjemur di Pantai Kuta, Turis Ditindak Satpol PP

Kembali, menurut Samijaya, pihak terkait diharapkan mampu membongkar kasus penyerobotan tanah yang diduga dilakukan Wayan Padma beserta jaringanya secara terbuka dan transparan. “Semoga titik persoalannya ditemukan. Selain itu dapat menemukan penyelesaian siapa yang memang terbukti berhak atas tanah ini,” bebernya.

“Ini juga bisa menjadi momentum bagi Satgas Pemberantasan dan Pencegahan Mafia Tanah untuk eksis di masyarakat. Selama ini di Bali sering terjadi kasus semacam ini, hanya pola penyelesaiannya masih konvensional karena keberadaan Satgas belum diketahui,” imbuh Samijaya.

Baca juga :  Sudah Berdiri, LED TV Depan BNI Ternyata Belum Kantongi Ini

Kornelis Agung Pringgohadi menambahkan bahwa tanah kliennya yang disertifikatkan Padma bukan hanya milik Joko Sugianto. Sebelumnya Padma diduga merampas tanah yang kemudian dijual ke Albert Jon N. Sukses mengakuisisi sebidang tanah, Padma melanjutkan merampas tanah lagi, kemudian dialihkan ke Wayan Wiwin. Seterusnya mengalihkan 1 are ke Muhaji. Terakhir, diduga merampas milik Joko Sugianto seluas 2,5 are. Itupun yang satu arenya sudah dialihkan ke H.Dedik Sunardi. “Kami harapkan Satgas Pemberantasan Mafia Tanah mampu membongkar kasus ini secara tuntas, agar tidak ada korban-korban lagi,” tandas Kornelis Agung. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini