Gabah Petani Baru di Klungkung Terserap Enam Persen di KUD

0
3
Gabah Petani Baru di Klungkung Terserap Enam Persen di KUD
CEK GABAH - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengecek gabah petani di KUD belum lama ini.

Semarapura, DenPost
Program beli mahal, jual murah (Bima Juara) yang menjadi inovasi Pemkab Klungkung belum sepenuhnya berjalan optimal. Selain hibah untuk tiga Koperasi Unit Desa (KUD) telah ditarik karena kesalahan prosedur, serapan gabah dari tiga KUD itu juga sangat rendah yakni enam persen. Hal ini membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bakal melakukan evaluasi. Termasuk akan merombak manajemen serta sumber daya manusia (SDM) KUD sehingga siap bersaing.

“Harapan kami, gabah bisa dijual ke KUD dengan harga tinggi. Endingnya petani dapat peningkatan harga penjualan. Tapi serapan gabah oleh tiga KUD baru enam persen. Sisanya 94 persen masih kemana-mana,” ujar Suwirta seusai mengikuti sidang paripurna di DPRD Klungkung, Selasa (21/7/2020).

Menurut dia, konsep beli mahal, jual murah sebenarnya sudah masuk. Hanya sekarang perlu digenjot lagi KUD yang diajak kerjasama dengan memberikan dukungan berupa bantuan. Apalagi rata-rata permodalan KUD tidak kuat.
Berkaca dari fakta tersebut, bupati asal Nusa Ceningan ini melihat masih ada beberapa persoalan di internal KUD yang perlu dirombak. Hal yang paling utama tentu saja masalah permodalan.

Baca juga :  Pariwisata Nusa Penida Lumpuh, Suwirta Rancang Ini

Untuk menguatkan modal KUD, Bupati mengatakan bahwa eksekutif dan legislatif sepakat tetap memberikan stimulus berupa bantuan hibah kepada KUD. “Kami tidak bisa genjot KUD tanpa memberi suport mereka berupa bantuan-bantuan, karena rata-rata KUD permodalannya tidak kuat. Sayang karena NPHD-nya bermasalah, maka kami kembalikan lagi (hibah). Nanti tahun depan akan bantu lagi,” beber Suwirta.

Selaian menguatkan permodalan, dia juga akan membenahi manajemen serta SDM di KUD. Saat ini mayoritas SDMnya diduduki oleh orang-orang yang sudah tua. Menurut Bupati perlu disisipi oleh generasi muda dengan semangat dan jiwa kewirausahaan yang tinggi. Hanya generasi muda sekarang tidak mau terjun bekerja di koperasi. “Saya sangat menyadari sehebat apa pun program yang kita buat kalau tidak ada dukungan rekanan tidak berhasil. SDM dan kemampuan KUD untuk punya jiwa interpreneur juga belum kita temukan,” imbuhnya.

Baca juga :  Warga Nusa Penida Panen Jagung Ditengah Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, untuk meningkatkan daya serap terhadap gabah petani, Bupati berencana untuk menambah jumlah KUD rekanan. Yang sebelumnya hanya tiga KUD, maka ditambah tiga unit lagi. Saat ini sudah ada beberapa KUD yang dijajaki di antaranya KUD Selat, Tegak, Bakas, dan Aan. Dengan adanya tambahan KUD tersebut, Suwirta berharap minimal bisa menyerap 50 persen gabah petani. (wia)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini