Pecah Kerumunan di Pasar, Pemprov Hadirkan Pangan di Perkantoran

0
5
Pecah Kerumunan di Pasar, Pemprov Hadirkan Pangan di Perkantoran
USAI BACAKAN SE - Gubernur Bali Wayan Koster usai membacakan SE No.15036 Tahun 2020 tentang program Pasar Gotong Royong Krama Bali pada Rabu (22/7) kemarin di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar. (DenPost/ist)

Sumerta Klod, DenPost
Memecah kerumunan di pasar tradisional dan pasar modern, menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam mengendalikan penyebaran covid-19. Untuk itu, Pemprov Bali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 15036 Tahun 2020. SE ini tentang program Pasar Gotong Royong Krama Bali. Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan itu dalam jumpa pers pada Rabu (22/7/2020) di Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar. Menurutnya, disebut pasar gotong royong, karena merupakan gerakan kemanusiaan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta menjaga produktivitas petani. “Ini pindah tempat belanja saja sebenarnya, menjadi saling tolong, gotong royong,” beber Gubenur Koster.

Baca juga :  Pedagang Bumbu dan Tukang Suwun di Denpasar Terpapar Covid-19

Dalam SE itu tertera pihak yang menyelenggarakan Pasar Gotong Royong Krama Bali meliputi perangkat daerah pemprov dan pemkab/pemkot, instansi vertikal, BUMN/BUMD, dan lembaga swasta.

Mengenai karyawan yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS), Koster menyebut wajib berbelanja sekurang-kurangnya 10 persen dari gaji per bulan. Dibelanjakan dengan pengaturan secara proporsional setiap Jumat dalam sebulan di Pasar Gotong Royong Krama Bali. “Sedangkan pegawai Pemprov Bali yang berstatus bukan PNS, dapat berbelanja secara sukarela,” tegas Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Dia optimis pegawai pemerintah yang berjumlah sekitar 6.000 ini dapat membantu memulihkan perekonomian Bali dengan membeli produk pertanian, perikanan, dan industri lokal masyarakat Bali. “Misalnya kalau gaji Rp4 juta per bulan, sepuluh persennya yakni Rp400 ribu dibelanjakan di Pasar Gotong Royong setiap Jumat. Ini bukan beban baru, malah difasilitasi, karena semua perlu pangan. Kalau biasa belanja di pasar tradisional, sekarang difasilitasi di kantor,” jelas Koster.

Baca juga :  PHDI Bali Tanggapi ‘’Segehan Wong-wongan'’ yang Viral di Medsos

Kepada lembaga vertikal serta pihak swasta, dia mengajak agar ikut menggelar Pasar Gotong Royong Krama Bali setiap Jumat. Kendati gerakan ini serentak di seluruh Bali, Koster mengklaim bahwa tidak mematikan usaha lain seperti kantin di perkantoran maupun pasar tradisional. Hal itu karena Pasar Gotong Royong hanya satu hari dalam seminggu. Dalam praktiknya, dia mengimbau agar pedagang dan pembeli menaati regulasi Pemprov Bali seperti pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Termasuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mengenakan masker.

Baca juga :  Genjot Kuliah Daring, Unud Bagi Kuota Internet Gratis

Dalam jumpa pers itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali IB Wisnu Ardana, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta, dan Kepala BKD Provinsi Bali Ketut Lihadnyana. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini