Dilepas Polisi, Pemilik Layangan yang Bikin Gardu Meledak

0
21
Dilepas Polisi, Pemilik Layangan yang Bikin Gardu Meledak
DILEPAS - Pemilik layangan bebean, Dewa Ketut Sunardiya (kiri), yang dilepas Polsek Densel. Dia hanya dikenai wajib lapor. (DenPost/ist)

Setelah diperiksa 2 X 24 jam di Polsek Densel, tersangka Dewa Ketut Sunardiya (50), pemilik layangan yang mengakibatkan gardu induk PT Indonesia Power di Jalan By-pass Ngurah Rai, Pesanggaran, Pedungan, rusak dan meledak, akhirnya dilepas polisi. Dia hanya dikenai wajib lapor.

KAPOLSEK Densel Kompol I Nyoman Wirajaya, Rabu (22/7/2020), mengungkapkan proses hukum terhadap tersangka Sunardiya sejatinya masih berlanjut. Kendati demikian, pihaknya tersangka tak ditahan, namun hanya dikenai wajib lapor. “Berdasarkan berbagai pertimbangan, tersangka tak kami tahan,” bebernya.

Tersangka ditangkap berawal saat menaikkan layang-layang bersama anak angkatnya di tanah kosong dekat rumahnya di Jalan Pelabuhan Benoa Gang Rajawali No.10 X, Pesanggaran, Densel, pada Minggu (19/7/2020) sekitar pukul.15.00. Begitu layangan terbang dengan panjang tali sekitar 150 meter, tersangka mengikat tali layangan di pohon singapur. “Tersangka lantas pulang. Pada pukul 16.24 tiba-tiba listrik terganggu yang berdampak pada padamnya listrik 71.121 pelanggan PLN di Kuta, Densel, dan Dentim,” beber Wirajaya.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi Covid-19, Aksi Sosial Kian Banyak 

Setelah diselidiki, ternyata gangguan listrik itu disebabkan layang-layang milik tersangka terjatuh tepat di bus bar 150 KV Gardu Induk (GI) Pesanggaran sehingga mengakibatkan padamnya tiga travo dan pembangkit gas di Pesanggaran. “Gangguan listrik terjadi lima jam, dengan kerugian puluhan juta rupiah,” imbuh Kapolsek Densel.

Pihak PT Indonesia Power lalu melapor ke Polsek Densel. Pada Senin (20/7/2020) sekitar pukul 12.30, Tim Opsnal Polsek Densel mengamankan tersangka Sunardiya di rumahnya. Di hadapan polisi, tersangka mengakui perbuatannya. Tersangka dijerat dengan Pasal 188 KUHP sub Pasal 409 KUHP (1), dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun, sub pidana kurungan satu bulan,” tegas Wirajaya. (yan)

Baca juga :  Empat PDP di Karangasem Negatif Covid-19

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini