Diduga DBD, Seorang Bayi Meninggal

0
6
Picsart 07 22 07.52.51
FOGGING - Perumahan Tegal Badeng Timur, saat dilakukan fogging mendadak di sekitar perumahan dan tempat tinggal orang tua bayi yang meninggal, Rabu (22/7/2020).

Negara, DenPost

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kini membuat resah warga Jembrana, selain menghadapi pandemi Covid-19.
Apalagi, Rabu (22/7/2020), berkembang informasi seorang bayi usia 7 bulan yang tinggal di perumahan di Tegal Badeng Timur meninggal dunia di RS Negara Selasa (21/7/2020) sore, karena diduga kena demam berdarah.

Bahkan yang makin membuat warga di perumahan Tegal Badeng Timur was-was secara tiba-tiba pada Rabu pagi ada fogging mendadak di sekitar perumahan dan tempat tinggal orang tua bayi yang meninggal tersebut.

Baca juga :  Selesai Karantina, Belasan PMI Dipulangkan

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arishanta, dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah berupaya menelusuri kebenaran informasi bayi yang diinformasikan demam berdarah tersebut. “Dari konfirmasi kami, bayi tersebut sempat dibawa ke Puskesmas Pengambengan. Kemudian dirujuk ke RS Negara. Bayi tersebut memang meninggal. Ada panas dan batuk juga. Tapi hasil pemeriksaan dokter kena radang selaput otak dan bukan demam berdarah,” jelasnya.

Baca juga :  Kafe di Delod Berawah Disidak, Seorang Pemilik Diamankan

Terkait adanya fogging yang dilaksanakan memang terkait kasus mewabahnya demam berdarah di perumahan tersebut. Karena sebelumnya beberapa kali ada yang kena demam berdarah.

Demikian juga terkait informasi warga Medewi yang kena demam berdarah dan meninggal dunia juga bukan karena DBD, namun karena infeksi karena bakteri secara menyeluruh.

Sementara Bupati Jembrana, I Putu Artha, sebelumnya mengatakan saat ini semua warga masyarakat masih fokus terhadap virus conona saja dan mengabaikan dampak dari wabah penyakit menular lainnya. “Saat ini semua masyarakat lagi booming dengan virus corona padahal penyakit lainnya seperti rabies dan demam berdarah harus diwaspadai lantaran wabah – wabah penyakit ini sangat membahayakan, bahkan telah banyak memakan korban jiwa,” ujarnya. (120)

Baca juga :  Paket Bangsa Jalan Kaki 3 Kilometer

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini