Wagub Ajak Pengelola Objek Wisata Biasakan Transaksi Nontunai

0
7
Wagub Ajak Pengelola Objek Wisata Biasakan Transaksi Nontunai
APLIKASI - Wagub bersama Trisno Nugroho menunjukkan aplikasi QRIS.

Sumerta Klod, DenPost

Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati secara resmi membuka Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya, Jembrana, pada Rabu (22/7). Objek wisata itu beroperasi dengan menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru.

Selain mengedepankan protokol kesehatan, pengelola diminta untuk membiasakan bertransaksi nontunai. “Aktivitas telah dibuka dan kita harus tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, termasuk dalam hal transaksi keuangan seperti QRIS,” ujarnya.

Kata dia, QRIS merupakan program yang digencarkan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Dengan menerapkan digitalisasi dalam bertransaksi, maka masyarakat tepat produktif dan aman dari Covid-19.

Baca juga :  Rentan Terpapar Virus, Para Lansia di Desa Warnasari Diberi Jamu

Transaksi nontunai, kata Wagub, juga merujuk kepada kebiasaan turis yang enggan membawa uang tunai. Jika memungkinkan, menurutnya transaksi bisa menggunakan ponsel pintar saja, bahkan untuk beli kelapa muda, atau beli kerajinan masyarakat.

“Jadi lebih aman dan minim sentuhan, sesuai yang ditekankan bapak Gubernur dalam tatanan kehidupan era baru,” ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyebut Blimbingsari telah menerapkan metode transaksi pembayaran dengan berbasis digital menggunakan QRIS.  “Digitalisasi ini menurutnya merupakan suatu keniscayaan dan wajib diimplementasikan di semua bidang kehidupan termasuk sektor pariwisata  Bali,” ungkap Trisno.

Baca juga :  Antisipasi Penyelundupan, Polsek Pekutatan Periksa Kendaraan

Penggunaan QRIS di Bali saat ini telah mencapai 105.580 merchant (usaha).  Sebaran terbesar kedua berada di Kabupaten Badung sebanyak 27.675 atau 27 persen dari total merchant QRIS di Bali atau meningkat sebesar 314 persen dibandingkan dengan awal tahun 2020.

Selain itu, selama pendemi covid-19 sejak 6 Maret hingga 10 Juli ini, penambahan jumlah merchant QRIS di Bali meningkat hingga 60 persen. Digitalisasi berbasis QRIS di Blimbingsari sendiri telah diterapkan untuk pembayaran mulai dari bumdes, homestay, waterboom, panti asuhan sampai dengan donasi untuk persembahan di Gereja tertua di Bali. (106)

Baca juga :  Hoaks, Larangan KTP Luar Bali Tidak Boleh Menyeberang dari Ketapang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini