Wagub Bali Ajak Perbankan Sasar Para Seniman

0
5
Wagub Bali Ajak Perbankan Sasar Para Seniman
SERAHKAN PAKET SEMBAKO- Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma (No.2 dari kiri) menyerahkan 250 paket sembako kepada perwakilan seniman Bali, I Made Ada, disaksikan Wagub Cok Ace (paling kanan) di Denpasar, Kamis (23/7/2020). (DenPost/ist)

Seniman patung, Made Ada Astawa, menjadi perwakilan seniman Bali yang menerima bantuan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) dari sektor perbankan. Bantuan itu datang dari PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali dan Bank Mandiri.

SECARA simbolis, bantuan diserahkan pada Kamis (23/7/2020) di ruang tamu Wakil Gubernur (Wagub) Bali Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma menyerahkan 250 paket sembako, sedangkan Kepala Wilayah Bank Mandiri Regional Bali-Nusra Herinaldi menyalurkan 100 paket sembako. Penyerahan disaksikan Wagub Cok Ace, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho.

Wagub mengapresasi kepedulian sektor perbankan dalam menyalurkan bantuan ini. Menurut dia, Pemprov Bali berupaya maksimal untuk menjangkau semua kalangan masyarakat yang terdampak covid-19, khususnya kalangan seniman. Tapi tangan pemerintah terbatas. Maka dari itu, pemerintah berkoordinasi dengan BI sipaua ikut berkontribusi. “Kami mendorong sektor perbankan agar menyisihkan dana CSR untuk membantu para seniman dan perajin yang menghadapi situasi prihatin ini. Untuk ke depan, diharapkan lebih banyak lagi sektor perbankan yang menunjukkan kepedulian di tengah pandemi covid-19,” beber Cok Ace.

Baca juga :  Kabupatennya Zona Merah Tertinggi di Indonesia, Ini Kata Mas Sumatri

Sedangkan penerima bantuan, I Made Ada, adalah sosok pematung ternama di Banjar Pakudia, Dewsa Kedisan, Tegallalang, Gianyar. Dia dikenal sebagai seniman spesialis patung burung garuda. Hampir semua karyanya berbentuk garuda dengan gaya Bali.

Atas bantuan sosial itu, Made Ada mengucapkan terima kasih kepada jajaran BPD Bali dan Bank Mandiri. Dia menuturkan seniman Bali sangat merasakan dampak buruk pandemi covid-19. Namun, menurutnya, tidak ada kata berhenti berkarya. Dia berusaha terus berkarya sekalipun saat pandemi.

Baca juga :  Soal Desa Menutup Wilayah, Begini Respons Kasatgas

Sebagai suntikan motivasi, Made Ada ingin dibantu dengan membeli karyanya. Tidak saja menyelamatkan perekonomian, tapi juga memberi apresiasi terhadap dirinya. “Karena barang tak laku, otomatis tak ada pemasukan untuk membeli bahan baku. Itulah situasi yang dihadapi para seniman seperti kami,” bebernya.

“Tolong beli hasil karya kami, sehingga kami tetap berkarya,” tambahnya.
Made Ada juga berharap bantuan dari perbankan atau sektor lain bisa diberikan secara bekesinambungan di masa pandemi ini. (wir)

Baca juga :  Anthea Griffin: Turis Australia Masih Nyaman Liburan di Bali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini