Ini yang Akan Dilakukan di Tukad Mati Legian

0
8
Ini yang Akan Dilakukan di Tukad Mati
LATIHAN: Warga Legian sedang latihan perahu kayak persiapan loma Agustus mendatang. (ist)

Legian, DenPost

Penataan kawasan Tukad Mati Legian untuk kawasan pariwisata terus berlanjut. Bahkan untuk mengawalinya perhelatan lomba kayak akan digelar di sepanjang sungai ini. Hal itu diungkapkan Ketua LPM Legian Wayan Puspanegara, Jumat (24/7).

Menurut Puspanegara, rencana ini sudah mendapat dukungan dari Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta yang akan hadir membuka lomba tersebut. “Pak Bupati sudah mendukung dan aka hadir membuka lomba ini,” papar mantan anggota DPRD Badung tersebut.

Lomba kayak yang akan digelar 16 Agustus mendatang ini, berbeda dengan lomba kano yang pernah digelar di sana. Karena kayak yang digunakan terbuat dari karet. Saat ini, kata dia masyarakat sedang berlatih untuk keseiapan lomba tersebut.

Baca juga :  Pasien Covid-19 Meninggal, Pemkab Badung Masih Lakukan Kajian Karantina Wilayah

Selain itu, pembersihan kawasan tukad mati Legian juga terus dilakukan. Selain melibatkan masyarakat dan pihak LPM sendiri, bersih-bersih kali ini juga melibatkan 100 orang pemulung.
“Pemulung dipiket turun ke seungai sepanjang 800 meter dibagi 8 zone. Arrinya tiap 100 meter untuk 10 orang sudah dilengkapi kano,” bebernya. Ia menambahkan lomba kayak ini terbuka untuk umum dengan peserta berpasangan dua orang.

Pembersihan sungai secara gotong royong ini adalah bagian dari pemberdayaan yang dilakukan pihaknya di LPM Legian. Bernagai terobosan juga dilakukan dalam pemberdayaan ini. Seperti pembuatan steoroponik untuk urban farming serta alat teknologi injak kaki untuk cuci tangan bikinan LPM yang sudah beredar di masyarakat. Dengan alat ini, masyarakat yang hendak mencuci tangan tidak perlu menyentuh tombol air dan cukup menginjak alat yang dipasang di bawahnya.

Baca juga :  Supermarket dan Kafe Terbakar, Pemadam Kebakaran Kewalahan

“Kami juga terus melanjutkan Prokasih (Program Kali Bersih) berkelanjutan untuk mewujudkan tukad mati menjadi destinasi wisata,” ujar Puspa. Termasuk untuk wisata tirta dengan rencana membangun patung dewi ular setinggin 32 meter di Padma Timur Tukad Mati. “Patung ini kami harapkan menjadi ikonik atau landmark wisata Tukad Mati yang di dalamnya dilengkapi arena bermain perosotan,” ungkapnya. Pihaknya hanya sebagai stimulan ke masyarakat agar ada daya bangkit partisipasi membangunnya.

Baca juga :  Domestik Menggeliat, Internasional Belum Beranjak

“Seperti tamannya kami kasi contoh, dan masyarakat muncul berpartisipasi. Termasuk sekarang jembatan tukad mati juga sudah menyala di malam hari. Kami ingin membangun sparkling Legian,” pungkasnya. (113)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini