Pendidikan Informal Juga Bagian Pembangunan Bali

0
10
Wagub Apresiasi CAI Permata, Sebut Pendidikan Informal Juga Bagian Pembangunan Bali

Sumerta Klod, DenPost

Cinta Alam Indonesia Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (CAI Permata) Bali kembali digelar tahun 2020 ini. Kegiatan dibuka Wakil Gubenur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati, melalui sambungan maya, pada Jumat (24/7) dari ruangannya.

Wagub mengapresasi kegiatan yang digelar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini. Dia menyebut, kegiatan ini menjadi media pembelajaran secara informal. Esensinya sejalan dengan pembangunan Bali berbasis Nangun Sat Kerti Loka Bali.

Pembangunan tersebut mencakup mencakup tiga aspek utama, yaitu: Alam, Krama (manusia), dan Kebudayaan. “Oleh sebab itu, pembangunan karakter generasi muda juga menjadi salah satu fokus pemerintah demi mewujudkan sumber daya manusia Bali yang unggul,” ujarnya.

Baca juga :  Isolasi 75 Warga di Gang Tegalwangi Dijaga Ketat Satgas

Pejabat yang juga tokoh penting di Puri Ubud, Gianyar ini, memandang bahwa pada masa depan, generasi penerus akan menghadapi tantangan yang semakin rumit dan kompleks. Apalagi, pandemi Covid-19 belum bisa dipastikan akhir masanya.

“Maka, Bali dan Indonesia membutuhkan generasi muda yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa memiliki kepribadian yang tangguh, terampil dan berpengetahuan, sehat dan kuat jasmani serta memiliki solidaritas yang tinggi”, ujarnya.

Baca juga :  Jangan Anggap Enteng Siasat Bandar Narkotika

Dia meyakini kegiatan CAI memiliki makna yang sangat penting bagi pembentukan dan pembinaan generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa masa depan. Melalui perkemahan ini, dia berharap penerus LDII Bali memperoleh pengalaman baru.

Pengalaman itu, kata dia, diperlukan untuk membentuk kepribadian yang kuat, semangat tinggi, etos kerja yang baik, sikap pantang menyerah, disiplin, dan inovatif demi mendorong kemajuan serta keberhasilan pencapaian cita-cita bangsa.

Ketua DPW LDII Provinsi Bali, H. Olih Solihat Karso, menyampaikan kegiatan CAI Permata Bali merupakan agenda rutin tahunan. Ini merupakan upaya nyata DPW LDII Bali dalam membina dan membangun generasi yang profesional dan religius.

Baca juga :  Anggota Dewan Apresiasi Warga yang Berdonasi

Profesional yang ia maksud, memiliki kecakapan, keahlian, keilmuan di bidang masing-masing baik soft skill maupun hard skill. Sedangkan religius, skill tersebut harus diimbangi dengan nilai-nilai agama sehingga berjalan seiring dan selaras.

Pada tahun ini, kata dia, peserta perkemahan mencapai 400. Antisipasi ini dimaknainya sebagai bukti sahih bahwa agama dengan ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring dan selaras. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini