Sulit Cari Pakan Ternak, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Jual Sapi

0
11
Sulit Cari Pakan Ternak, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Jual Sapi
CEK SAPI - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta ketika mengecek kandang sapi milik warga di Nusa Penida.

Semarapura, DenPost

Minimnya curah hujan di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Klungkung mulai membuat petani kesulitan mencari pakan ternak. Tak sedikit petani di wilayah kepulauan tersebut menjual sapi-sapinya dengan harga murah. Padahal saat ini harga sapi berangsur-angsur meningkat. Tapi sayangnya petani tak bisa menikmati keuntungan  lantaran sapi-sapi mereka sudah habis terjual.

Salah seorang petani di Nusa Penida, Nengah Darmawan mengakui  sebelum pandemi covid-19 meluas seperti sekarang ini, banyak pemilik sapi di Nusa Penida sudah lebih dulu menjual sapinya. Padahal saat itu harga sapi sangat rendah, bahkan mencapai kisaran Rp 4 juta per ekornya.

Baca juga :  Jelang Galungan, Warga Lembongan Justru Hadapi Masalah Ini

“Banyak petani yang sudah menjual sapinya sebelum pandemi covid-19 karena mereka khawatir sapi-sapinya mati lantaran sulit cari pakan ternak,” ujar Darmawan beberapa waktu lalu.

Sementara itu di saat populasi sapi berkurang,  harga jual sapi kini semakin tinggi. Bahkan menurut Darmawan harga sapi jantan mencapai Rp 8,5 juta per ekor. Meski demikian, tak banyak petani yang bisa merasakan manisnya kenaikan harga tersebut. Mengingat yang tersisa saat ini hanya sapi-sapi milik kelompok yang tidak boleh dijual.

Baca juga :  100 Orang Mangkir Jalani Rapid Test, Suwirta Kecewa

“Kami juga sangat bersyukur harga sudah naik walau tidak signifikan.  Tetapi sapi petani sudah hampir 80 persen dijual saat harga murah. Kebanyakan saat itu, yang punya tiga ekor dijual  dua ekor. Pakan juga susah, air juga susah. Di Nusa tidak ada hujan, jadi dijual karena cari pakan susah,” katanya.

Selain karena dijual dalam jumlah banyak, pupulasi sapi di Nusa Penida berkurang juga disebabkan oleh banyaknya warga yang beralih ke sektor pariwisata. Warga yang sebelumnya bertani dan memelihara sapi, sejak pariwisata melejit beralih menjalankan usaha di bidang transportasi.

Baca juga :  Stok Beras dan Gabah di Klungkung Aman

“Populasi sapi di Nusa berkurang karena banyak yang beralih ke transportasi. Tapi karena Corona yang dulu ke pariwisata sekarang kembali ke pertanian lagi,” imbuhnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini