Bujang Tua Aniaya 2 Adik, Satu Meninggal

0
7
Picsart 07 24 05.52.59
TUNJUKKAN LUKA - Menuh, saat menunjukkan luka akibat pukulan kakak pertamanya Putu SM.

Amlapura, DenPost

Warga di Banjar Dinas Asak Kangin, Desa Pertima, Karangasem Jumat (24/7/2020), geger. Salah satu warga setempat, I Putu SM (76) tega menganiaya 2 adik kandungnya sendiri dengan sebilah kayu dan keris. Bahkan satu di antaranya hingga meninggal dunia.

Belum jelas apa yang melatarbelakangi pria yang memiliki gangguan pendengaran ini tega menganiaya 2 saudaranya. Dugaan sementara, Putu SM yang bujang tua ini diduga menyimpan rasa dendam pada keduanya.

Informasi di lapangan menyebutkan, kronologi bermula saat kedua korban, Ketut Siring (70) dan I Gede Menuh ( 57) duduk ngobrol di teras rumah. Saat itu, Menuh yang kesehariannya tinggal di Sukawati, Gianyar kebetulan pulang bersama sang istri, Wayan Sri, untuk menghadiri upakara agama. “Saat itu, saya akan pulang ke Gianyar namun masih menunggu istri yang sedang makan,” tuturnya diwawancarai DenPost usai kejadian.

Baca juga :  Melirik Potensi Ubi Aung, Lahan 3 Are Bisa Hasilkan Rp 7 Juta

Saat itu, Menuh bersama kakaknya l, Ketut Siring, duduk berdampingan.

Entah sejak kapan kakak pertamanya Putu SM berdiri di belakangnya, saat Menuh asik bermain handphone tiba-tiba Putu SM memukulnya dengan sebatang kayu. “Saat itu saya langsung diselamatkan istri dan lari menyelamatkan diri ke rumah tetangga,” ungkapnya. Akibat pukulan, Menuh menderita luka di bagian jidat.

Lari satu, kakak keduanya, Ketut Siring lalu menghadapi sendiri amukan SM. Diduga keduanya berkelahi hebat. Hingga akhirnya warga sekitar melihat Siring berlari keluar rumah dan terjatuh di jalan gang menuju rumahnya dengan luka tusuk di bagian dada kiri.

Baca juga :  Stok Darah Menipis, Ratusan Personel Polres Karangasem Mendonor

Kapolsek Karangasem, Kompol Ketut Suartika, menuturkan Siring ditusuk sebilah keris milik SM. Akibat terkena tusukan keris di dada kiri, Siring meninggal dunia saat akan dilarikan Ke RSUD Karangasem. “Keris tersebut sudah dibawa pelaku yang memang akan digunakan untuk menganiaya 2 saudaranya. Bahkan saat diamankan keris masih dilepitkan di celana pelaku,” jelas Suartika.

Hingga kini pihaknya belum dapat menyimpulkan pasti motif pelaku. Kondisi Bujang 76 tahun ini yang menderita gangguan pendengaran, menjadi kendala saat pihak kepolisian menggali keterangan.

Baca juga :  Ratusan Warga Desa Adat Padang Bai Lakukan Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Sementara itu, Pelaku, Putu SM dari wawancara singkat kepada DenPost mengaku perbuatannya atas dasar kekesalan pada adiknya. Sebab, adiknya sejak dulu kerap berulah yang membuatnya susah. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini