Bali Terima Wisman, Koster Sebut Tergantung Peraturan Menkumham

0
9
Bali Terima Wisman, Koster Sebut  Tergantung Peraturan Menkumham
Gubernur Bali Wayan Koster

Sumerta Klod, DenPost
Tatanan kehidupan “Bali Era Baru” merupakan terobosan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dalam memulihkan perekonomian. Hal itu diatur dalam Pergub No.3355 Tahun 2020. Melalui skema ini, Bali mulai membuka aktivitas masyarakat, termasuk secara bertahap akan membuka aktivitas pariwisata. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan itu saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Bali, Jumat (24/7/2020), di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Sumerta Klod, Dentim.

Mengenai rencana menerima kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Gubernur Koster menyebutkan tahapan itu masih sebatas rencana yakni pada 11 September mendatang. Semuanya masih terganjal Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) No.11 Tahun 2020 tentang pelarangan orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia. “Jangankan berkunjung, transit saja dilarang. Itu berlaku sejak April, dan sampai sekarang masih berlaku,” ungkap Koster.

Dengan kata lain, Bali belum bisa menerima kunjungan wisman bila regulasi itu belum dicabut atau setidaknya direvisi. Yang dikecualikan dari peraturan itu hanyalah orang dengan kepentingan diplomasi, tugas kenegaraan dalam rangka penanganan kesehatan. Untuk itu, Gubernur mengatakan tidak benar jika dia menahan-nahan dibukanya pariwisata Bali untuk wisman. “Bukan Gubernur yang menahan-nahan supaya tidak ada wisman datang ke Bali. Bukan. Yang melarang adalah Peraturan Menteri Hukum dan HAM No.11 Tahun 2020. Jadi tidak bisa,” tegasnya.

Baca juga :  Sanglah Rawat Tiga WNA Diduga Terjangkit Corona, Satu Negatif

Hal ini juga sempat ditanyakannya saat Menkumham Yasonna Laoly berkunjung ke Bali. Koster menyebutkan Menteri Yasonna mengatakan belum bisa memberi jawaban apakah peraturan pelarangan kedatangan warga asing ke Indonesia, sebab juga tergantung pada negara lain. “Saya juga sempat bicara dengan Menko Maritim (Luhut Binsar Pandjaitan). Beliau sedang berupaya. Memulai berkerja sama dengan beberapa negara,” sebut Koster.

Sambil menunggu kabar baik itu, maka Bali membuka diri dulu untuk wisatawan nusantara (wisnu) pada 31 Juli mendatang. Melalui Pergub No.3355 Tahun 2020, Koster menyebutkan telah dilakukan sertifikasi terhadap akomodasi pariwisata agar menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat beroperasi.

Baca juga :  Sebut Corona Bukan Kiamat, Suwirta Ajak Warga Nusa Penida Lakukan Ini

Pada kesempatan itu Gubernur Koster juga menyebut bahwa dia berkomitmen meningkatkan kualitas pers di Bali. Hal itu merupakan apresiasinya kepada lembaga pers yang selama ini menjadi media komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. “Wartawan juga bisa kami fasilitasi dalam rangka peningkatan kualitas SDM. Pelatihan-pelatihan yang diperlukan, silakan dilaksanakan PWI. Kami akan memfasilitasi. Sekarang tuntutan semakin tinggi untuk menyampaikan kualitas informasi ke masyarakat,” terangnya.

Baca juga :  Kafe Remang-remang di Tabanan Rekrut Remaja Belia Jadi Pelayan

Selain mendukung peningkatan kualitas SDM, Koster menyebutkan pemerintah akan mendukung agar PWI punya gedung yang representatif. Selama kepemimpinannya, Koster menilai sinergi antara pemerintah dengan lembaga pers dalam menyampaikan program pemerintah sudah cukup baik. Dia menyadari bahwa peran pers dalam menyukseskan program pemerintah sangat penting dan strategis. Penting yang dia maksud yakni fungsi pers dalam mengedukasi masyarakat. Menurutnya, perkembangan era menuntut keterbukaan informasi dan mengedepankan kualitas komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung.

“Sesuatu yang dilakukan oleh Gubernur melalui kebijakannya harus diketahui oleh masyarakat. Mengetahui hak dan kewajiban yang harus dilakukan,” tandas Koster. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini