Tujuh Bulan Sembunyi di Bali, Buronan Interpol Asal AS Bikin Video Porno

0
20
Tujuh Bulan Sembunyi di Bali, Buronan Interpol Asal AS Bikin Video Porno
PENANGKAPAN BURONAN - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose menerangkan perihal penangkapan buronan Interpol asal Amerika Serikat (AS) di Bali, Marcus Bean Elliot (latar belakang), Jumat (24/7) kemarin. (DenPost/wiadnyana)

Kereneng, DenPost
Aparat Resmob Dit. Reskrimum Polda Bali membekuk buronan Interpol asal Amerika Serikat (AS), Marcus Bean Elliot (50). Pria kelahiran Chicago yang terlibat kasus penipuan investasi online itu masuk Bali awal Januari 2020 dengan memakai paspor orang lain.

Uniknya, tersangka dan pacarnya menjual alat-alat seks serta membuat video porno untuk biaya hidup selama sembunyi di Bali. Film tersebut kemudian dijual tersangka ke pemilik website. “Tersangka pindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari pengejaran petugas. Selama di Bali, dia sudah tujuh kali pindah hotel dan gonta-ganti kendaraan,” kata Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, Jumat (24/7/2020).

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka Marcus, yang merupakan manajer perusahaan investasi online bodong itu, beraksi sejak Maret 2015 sampai Oktober 2019. “Dia beraksi di negaranya, Amerika. Tersangka telah menjalani proses penahanan mulai 4 hingga 9 September 2019. Dia kemudian lepas secara bersyarat. Saat dipanggil untuk menjalani sidang lanjutan pada 5 Januari 2020, tersangka melarikan diri ke Bali bersama kekasihnya, Wright Poppy Cristine (48),” tambah Golose.
Awalnya Polda Bali mendapat surat dari Atase Kepolisian Washington DC (Atpol WDC) tentang permohonan bantuan untuk mencari buronan, Marcus Bean Elliot, yang terlibat kasus penipuan investasi sekitar 500 ribu dolar AS.

Baca juga :  Pasutri Miskin di Tulang Nyuh Sulit Cairkan Bantuan

Menindaklanjuti informasi itu, Satgas Counter Transnational and Organized Crime (CTOC) bersama Dit.Reskrimum Polda Bali menyelidiki keberadaan tersangka Marcus di Bali. Ternyata tersangka pindah-pindah tempat tinggal yakni di wilayah Ubud, Gianyar, dan Kerobokan, Kuta Utara, Badung. “Kemudian pada Kamis (23/7) sekitar pukul 18.40, tersangka dan teman wanitanya diciduk di salah satu vila di Kerobokan, Kuta Utara, Badung,” imbuh Irjen Golose.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti paspor, lima handphone (HP), pisau lipat, 14 sex toys (boneka seks), serta 13 barang elektronik. “Tersangka masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Bali,” tandas Golose. (yan)

Baca juga :  Didesak Buka Objek Wisata, Begini Kata Koster

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini