Gubernur: Pembayaran Digital Jadi Acuan Sertifikasi Bali Era Baru

0
6
Konsep Otomatis
DI MONKEY FOREST- Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan penerapan tatanan kehidupan Bali Era Baru berbasis QRIS pada Sabtu (25/7) lalu, di objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar. (DenPost/ist)

Ubud, denpost.id
Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan penerapan pembayaran digital menjadi bagian dalam mencegah penularan covid-19 (virus corona). Dengan demikian, pembayaran digital wajib diterapkan di objek-objek wisata sebagai bagian dari tatanan kehidupan Bali Era Baru. Demikian disampaikannya saat meresmikan penerapan tatanan kehidupan Bali Era Baru berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pada Sabtu (25/7/2020), di objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar.

“Untuk mendapat sertifikasi kelayakan tatanan kehidupan Bali Era Baru, setiap tempat wisata wajib memberlakukan transaksi pembayaran nontunai, QRIS, sebagai salah satu syarat protokol kesehatan (prokes) covid-19,” ungkap Koster.
Dengan adanya layanan pembayaran digital, maka pengunjung dapat menerapkan transaksi nontunai. Itu artinya kontak fisik dapat dikurangi, terutama di loket penjualan tiket. Gubernur juga mengapresiasi penglola yang menerapkan regulasi lain seperti Pergub Bali No.80 Tahun 2018 tentang penggunaan bahasa aksara dan sastra Bali, dan Pergub No.97 Tahun 2018 tentang pembatasan timbulan aampah plastik sekali pakai.

“Objek wisata yang menjadi favorit nomor lima di Bali yang dikunjungi wisatawan sebelum wabah covid-19 ini punya tempat pengolahan sampah khusus. Semoga bisa ditiru tempat-tempat wisata lain di Bali, sehingga mampu menjadi daya tarik kembali setelah masa pandemi,” beber Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga :  Jumlah WNI Positif Covid-19 di Badung Bertambah

Monkey Forest adalah salah satu objek wisata yang menerima sertifikasi kelayakan tatanan kehidupan Bali Era Baru setelah diberikan kepada Pantai Pandawa, Kutse rl, Badung, dan Desa Wisata Blimbingsari, Jembrana.

Wakil Gubernur Bali dan tim yang dipercayai sebagai tim pemulihan ekonomi pascacovid-19 terus melakukan upaya pembenahan destinasi wisata dengan prokes sesuai standar, sehingga nanti siap dibuka. “Pemerintah tidak hanya memperhitungkan payung hukum, tapi juga terus berbenah dan kesiapan fasilitas kesehatan serta kapasitas kesehatan. Juga rumah sakit, laboratorium, serta beberapa tempat wisata, baik itu hotel maupun restoran,” imbuh Koster.

Baca juga :  Wabah Virus Corona, Pengunjung ke Tirta Gangga pun Turun Drastis

Untuk Kabupaten Gianyar, selain Monkey Forest atau Kawasan Mandala Suci Wenara Wana, juga ada 11 objek wisata lain yakni Museum Puri Lukisan, The Royal Pita Maha, Alas Harum Bali, The Kayon Jungle Resort, Adi Jaya Cottages, Bebek Tepi Sawah, The Alena Resort, Purana Boutique Resort, Luwak Ubud Villas, Janata Resort and Spa, dan Sankara Resort.
Saat itu hadir pula Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Trisno Nugroho, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa dan unsur terkait. (wir)

Baca juga :  Bupati Artha Minta Perketat Pemeriksaan Warga Masuk Bali

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini