Sikapi Keluhan Pembelajaran Online, Tokoh Kutsel Usulkan Ini

0
8
Picsart 07 26 08.19.13
Tokoh Kutsel, Wayan Luwir Wiana.

Kutsel, DenPost

Tokoh Kutsel, Wayan Luwir Wiana, yang juga Anggota DPRD Badung mengaku prihatin atas banyaknya keluhan warga terkait pemberlakuan pembelajaran secara online.

Karenanya, selaku wakil rakyat yang menerima keluhan ini dia mengusulkan beberapa hal menyikapi kondisi ini. Salah satunya mendorong sistem belajar mengajar segera kembali seperti semula. Namun, dengan pembelajaran terbatas dan protokol kesehatan secara ketat.

“Misalnya kembali belajar seperti biasa, tapi waktunya dibatasi dan tidak ada jam istirahat atau bermain. Contohnya begitu datang langsung masuk dan belajar, beberapa jam dan langsung pulang. Sehingga tidak ada interaksi antaranak,” sarannya, Minggu (26/7/2020).

Baca juga :  Otoritas Bandara Belum Monitor Pramugari Terpapar Corona

Selanjuntnya, kata dia, sisanya bisa dibuat untuk PR dikerjakan di rumah. Dia tidak memungkiri melihat perkembangan situasi di masyarakat akibat pandemi Covid-19, kondisi perekonomian masyarakat sangatlah memprihatinkan.
Bahkan jangankan membeli paket kuota internet untuk belajar di rumah, beli beras saja mereka sudah susah. “Bukan hanya paket kuota internet, ada pula warga yang tidak memiliki smartphone. Yang dimiliki hanya ponsel biasa, yang notabene tidak didukung fitur-fitur canggih layaknya dibutuhkan dalam proses belajar online. Ini juga harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Baca juga :  Pantau Aliran Kepercayaan Menyimpang, Badung Bentuk Tim Pakem

Hal ini tentu akan sulit mengatur waktu untuk mendampingi anak-anak mereka dalam belajar online. “Karena itulah saya mendorong jika memungkinkan agar sistem belajar mengajar segera dikembalikan sebagaimana biasa. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta jaga jarak,” ujar Dewan asal Peminge, Kutsel ini.

Kalau memang belajar online ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, dia menyarankam agar bisa dibijaksanai untuk nominal pembayaran SPP ke siswa. “Ini saya tujukan khusus untuk sekolah swasta. Karena banyak saya lihat, mereka belajar online tapi bayar SPP nya masih tetap tinggi. Ini tentu sangat memberatkan. Mungkin ini bisa diringankan, baik itu oleh pihak sekolah sendiri, ataupun subsidi dari pemerintah,” tegasnya. (113)

Baca juga :  Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan di Kedonganan Turun Segini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini