Sertifikasi Akomodasi Pariwisata di Klungkung Masih Minim

0
6
Sertifikasi Akomodasi Pariwisata di Klungkung Masih Minim
RAMAI WISATAWAN – Wisatawan terlihat memadati kawasan pantai di Nusa Penida sebelum pandemi covid-19 melanda.

Semarapura, DenPost

Sejumlah pengelola akomodasi pariwisata di Nusa Penida, Klungkung  kini tengah melakukan persiapan untuk kembali beroperasional pascaditerapkan adaptasi kebiasaan baru. Hanya saja, para pelaku wisata mengaku dilema karena belum sanggup memenuhi sertifikasi untuk beroperasi kembali. Utamanya menyangkut pemenuhan standar prosedur operasional sesuai dengan protokol kesehatan covid-19.  Apalagi  kebanyakan akomodasi wisata di Nusa Penida khususnya di Lembongan tidak sekelas hotel bintang tiga.

 

“Kalau persyaratan yang ditentukan seperti saat ini, itu seperti standar hotel bintang tiga. Padahal di Desa Lembongan kebanyakan akomodasi wisata kecil,” ujar Perbekel Lembongan, Ketut Gede Arjaya, Minggu (26/7/2020).

Baca juga :  Anak Kadisdukcapil Klungkung Dipenjara 6 Tahun

 

Menurut Arjaya, ada beberapa persyaratan yang kemungkinan masih sulit dipenuhi oleh pelaku akomodasi wisata kecil. Di antaranya wajib menyediakan ruangan isolasi khusus dan tersedia jalur evakuasi khusus penanganan kasus covid-19. Termasuk ada kontrak dan kerjasama dengan klinik  atau rumah sakit yang menangani covid-19,  dan tersedia  tim pemantau protokol tatanan kehidupan era baru beserta uraian tugas masing-masing dan lainnya.

“Di Lembongan tidak semua akomodasi wisata mampu memenuhi persyaratan itu. Apalagi hotel dan restoran kecil dan tenaga kerja yang terbatas. Mereka berharap agar persyaratan itu bisa lebih disederhanakan, sehingga akomodasi pariwisata di Lembongan semua bisa mendapatkan sertifikat dan bisa beroperasi kembali,” katanya.

Baca juga :  Cari Pemancing yang Hilang di Pantai Gamat, Keluarga Jatuhkan Ini

 

Sementara untuk persyaratan dasar protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, thermogun, serta poster untuk mengingatkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan, ia menjamin semua akomodasi wisata telah siap menerapkannya. “Sebenarnya yang paling penting kan penerapan protokol kesehatan secara konsisten. Itu bisa dipenuhi oleh para pengelola akomodasi wisata,” ungkap Arjaya.

 

Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta menjelaskan, assesment/penilaian mandiri pengajuan sertifikat untuk hotel bintang 3 ke atas diverifikasi oleh Provinsi. Sedangkan untuk kelas nonbintang dan melati barulah menjadi tanggung jawab kabupaten. Namun dari 600 akomodasi wisata kelas nonbintang dan melati yang ada di Klungkung, hanya belasan saja yang sudah melakukan assesment. “Sampai saat ini baru belasan akomodasi wisata yang mengajukan verifikasi itu,” jelasnya.

Baca juga :  Dekati Suwirta, Golkar Ngaku Dukung Kebijakan Pro-Rakyat

Sukasta pun sangat berharap agar sebelum tanggal 31 Agustus mendatang seluruh akomodasi pariwisata di Klungkung telah mengajukan verifikasi, sehingga tim bisa segera terjun untuk melakukan pengecekan, kemudian dilanjutkan dengan penandatangan pakta integritas sebagai syarat utama untuk proses penerbitan sertifikat.  (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini