Hadapi Ujian Berat di Masa Pandemi, Koperasi Diminta Lakukan Ini

0
4
Hadapi Ujian Berat di Masa Pandemi, Koperasi Diminta Lakukan Ini
SERAHKAN TUMPENG - Ketua Dekopinda Denpasar, Wayan Mudana (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Kadis Koperasi UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, saat perayaan Harkop ke-73 di Gedung Koperasi Madu Sedana, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Senin (27/7/2020).

Sanur Kauh, DenPost

Gerakan Koperasi di Kota Denpasar menghadapi ujian berat saat pandemi covid-19 melanda. Pertumbuhan ekonomi menghadapi tantangan besar karena angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, I Made Erwin Suryadarma Sena, saat membacakan sambutan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, di sela perayaan Hari Koperasi ke-73 di Gedung Koperasi Madu Sedana, Br. Medura, Desa Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Senin (27/7/2020).

Baca juga :  Kembali Bergairah, Industri Ekspor Klaim Mampu Bertahan di Masa Pandemi

Menurut Teten Masduki sebagaimana dibacakan Erwin, dunia usaha terutama koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami dampak paling berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan. Tantangan baru yang dihadapi tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk, namun menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis. ”Kita sedang melakukan beberapa inisiatif untuk menguatkan dan modernisasi koperasi dengan melakukan perbaikan ekosistem kemudahan usaha yang bisa mengakses pasar lebih luas,pPembiyaan dan pengembangan kapasitas usaha seluas-luasnya,’’ kata Teten Masduki.

Baca juga :  Acap Dilintasi Wisatawan, Dermaga Serangan Juga Didisinfektan

Lebih lanjut dikatakan, koperasi harus masuk ke sektor ekonomi unggulan nasional yakni pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengolahan. Karena masa depan Indonesia berada pada generasi milenial sehingga koperasi harus masuk pada sektor ekonomi kreatif.

Sementara itu Erwin Suryadarma mengharapkan para pengelola koperasi agar tabah dan sabar mengahadpi pandemi ini. Selaku pembina koperasi, dia mengaku sudah mengeluarkan edaran agar koperasi tetap bisa bertahan. Dia juga meminta koperasi harus menjaga likuiditas, memberi kemudahan kepada anggota, relaksasi dan restrukturisasi. ”Kami juga membantu 157 koperasi mendapatkan dana stimulus dari Pemprov Bali masing-masing Rp 10 juta. Itu digunakan untuk dana operasional seperti bayar listrik, air dan bayar gaji karyawan,’’ ucapnya.  (103)

Baca juga :  Di Denpasar, 4 Pasien Covid-19 Meninggal

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini