Duh, Balita Tewas Terlindas Mobil di Luar Garasi

0
13
Picsart 07 27 05.54.49
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP terhadap mobil yang digunakan melindas korban tanpa sengaja.

Bangli, DenPost

Seorang balita perempuan berusia 11 bulan, Ni Putu J, tewas seketika setelah terlindas mobil di luar garasi rumah milik Made Agus Dwipayana Putra (38) yang berlokasi di Desa Sekardadi, Kecamatan Kintamani, Bangli, Senin (27/7/2020).

Peristiwa mengenaskan itu, terjadi sekitar pukul 10.00 Wita, saat pemilik rumah dan selaku pemilik mobil memundurkan kendaraannya di garasi rumahnya.

Informasi yang dihimpun, berawal Agus Dwipayana, akan membayar hutang di BPD Kayuambua. Dia lalu masuk ke rumahnya melalui pintu gerbang depan rumahnya. Setelah membuka pintu gerbang, dia masuk ke garasi mobil untuk mengendarai mobil Suzuki Grand Vitara warna silver dengan nopol DK 631 IN menuju BPD Kayuambua.

Baca juga :  Nasib PMI Bangli, BAK PENGEMBARA, TIDUR PUN PINDAH-PINDAH

Agus Dwipayana mulai mengemudikan mobil tersebut, dan memundurkannya. Namun, seketika dia terhenti karena merasa ada melindas sesuatu, sehingga dia keluar dari mobil dan mengecek hal tersebut. Saat mengeceknya, alangkah terkejutnya dia, ternyata yang dilindas adalah anak kecil perempuan dan sudah dalam keadaan mengenaskan, serta telah meninggal dunia.

Pukul 12.00 Wita, personil gabungan Polsek Kintamani, Identifikasi Reskrim Polres Bangli dan petugas medis Puskesmas Kintamani VI telah tiba di TKP melakukan olah TKP, pemeriksaan medis dan interogasi para saksi. Disimpulkan korban meninggal dunia akibat kelalaian sopir. Itu, diperkuat di TKP ditemukan bekas hasil lindasan dari mobil yang berupa darah dan isi otak korban.

Baca juga :  Gubernur Lakukan Ini, Sangsit Akhirnya Batalkan Parade Ogoh-Ogoh

Selanjutnya, jenazah putri dari Ni Kadek Indrayani (20) dan Gede Sabar (21), asal Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban, Kubu, Karangasem itu, dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Bangli untuk dilakukan pemeriksaan.

Disinggung hubungan korban dengan tersangka, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, menyebutkan jika orangtua korban tinggal di rumah tersangka. “Kedua orang tua korban bekerja di tempat pelaku, bantu di rumah dan tempat usaha pelaku,” sebutnya. (128)

Baca juga :  900-an Karyawan Hotel dan Restoran di Bangli Dirumahkan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini