Kisara Ajak Sekolah Pertahankan Pendidikan Kespro

0
3
Picsart 07 27 05.56.21
WEBINAR KESPRO - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali, yang mengadakan webinar hasil penelitian pendidikan Kespro dan seksual program Setara, Senin (27/7/2020).

Denpasar, DenPost

Kesehatan reproduksi (Kespro) menjadi edukasi yang penting diterapkan kepada remaja, khususnya bagi siswa SD yang kini lanjut sekolah ke jenjang SMP. Sekolah diminta tetap mempertahankan materi kespro di tengah masa pandemi Covid-19.

Itu disampaikan Direktur Eksekutif Daerah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bali, I Komang Sutrisna, dalam webinar hasil penelitian pendidikan Kespro dan seksual program Setara, Senin (27/7/2020).

Kata dia, modul Setara sejatinya lebih efektif apabila disampaikan secara tatap muka, sehingga memudahkan dalam membangun kemistri dan komunikasi.

“Selama ini kita sempat bingung, modul Setara itu, modul yang enak tatap muka. Tapi kini kita dorong berlangsung daring, dan sudah berlangsung sejak Juni lalu,” ujarnya. Bagi dia, edukasi Kespro sangat penting dan mempengaruhi karakter anak.

Baca juga :  Penyaluran Keempat, Bali Terima 5.900 APD

Dalam edukasi ini, remaja tidak saya dibekali materi tentang reproduksi. Namun lebih kompleks, seperti pendampingan psikologi. Salah satunya pendampingan ketika anak memiliki masalah dengan komunikasi dengan teman, guru, maupun orangtua. Menurutnya, persoalan komunikasi paling sering dihadapi anak remaja, sehingga perlu pendampingan yang sesuai.

“Kami melakukan penelitian di lima sekolah percontohan. Hasilnya luar biasa. Ada peningkatan yang positif dari anak yang mendapat pengetahuan Kespro. Siswa SMP misalnya, mereka dapat menjawab tantangan hidup seperti emosi tidak stabil, pengetahuan yang belum sempurna. Dengan Setara, mereka punya pegangan hidup,” terangnya.

Baca juga :  Satu Kasus Investigasi Terungkap, Pilot Dinyatakan Positif

Pandangan bahwa edukasi kespro penting kepada remaja tahap awal juga diungkap Kepala SMP 3 Denpasar, I Wayan Murdana. Dalam webinar itu, dia menyebutkan remaja awal akan mengalami perubahan luar biasa dalam kehidupannya.

Mulai dari perubahan sikap yang akan menjadi lebih pendiam. Perubahan alat reproduksi. Perubahan emosi yang meledak-ledak, termasuk mulai mengenal lawan jenis. “Kondisi ini sangat berpengaruh kepada proses pembelajaran,” ungkapnya.

Maka, pihaknya memberi perhatian khusus berkaitan program Setara. Itu dilakukan dengan tetap memberikan edukasi Kespro kepada anak melalui daring. Kendati daring, dia menyebutkan tetap ada unsur tatap muka dalam pembelajaran

Baca juga :  Prof.Bandem Peroleh Penghargaan dari Jepang

“Kita sudah buat program khusus, zoom meeting, perangkat disiapkan semua kelas, anak-anak di rumah. Tidak ada beda. Metode ajanua juga kita susun seperti pembelajaran tatap muka, dan diberikan oleh guru BK,” ungkapnya. Guru-guru yang memberikan materi kespro sebelumnya telah dilatih, sehingga mampu berkomunikasi sesuai kebutuhan remaja. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini