Sidak Penduduk Non Permanen di Banjar Belaluan, Satgas Desa Dangri Kauh Temukan Ini

0
6
Picsart 07 27 05.56.53
SIDAK PENDUDUK - Satgas Desa Dangin Puri Kauh, saat melakukan sidak penduduk non permanen di Banjar Belaluan, Minggu (26/7/2020) malam.

Denpasar, DenPost

Untuk mengantisipasi dan menekan terjadinya penularan Covid-19, Satgas Desa Dangin Puri Kauh melakukan sidak penduduk non permanen di Banjar Belaluan, Minggu (26/7/2020) malam. Dari sidak itu, ditemukan 14 kepala keluarga (KK) tidak melaporkan diri ke kepala dusun maupun prajuru vanjar setempat.

Perbekel Desa Dangri Kauh, Ida Bagus Gede Gana Putra Karang, mengatakan sidak penduduk ini juga untuk menciptakan tertib administrasi kependudukan dan keamanan wilayah. Menurut dia, di tengah pandemi Covid-19, pendataan penduduk non permanen menjadi perhatian, mengingat mobilitas dan pergerakan dari luar daerah sangat tinggi di Denpasar.

Baca juga :  Terbaik Nasional Stranas PK, Togar Situmorang Apresiasi Prestasi Pemprov Bali

Ditambahkan Gus Gana-sapaan akrab Ida Bagus Gede Gana Putra Karang, masyarakat sekarang khawatir karena penularan Covid-19 saat ini banyak terjadi dalam transmisi lokal. “Kami melakukan sidak penduduk non permanen ini, dengan melibatkan pecalang, kelian adat, Kepala Dusun Banjar Belaluan dan seka teruna,” ujar Gus Gana.

Dari sidak itu, sebanyak 14 KK penduduk pendatang yang terdata dan tidak melaporkan keberadaanya ke pihak lingkungan maupun Desa Dangri Kauh. Karena itu, pihaknya langsung memberikan pembinaan bagi penduduk non permanen yang tinggal di wilayahnya wajib melaporkan diri. “Dari pendataan, mereka telah lama tinggal di Banjar Belaluan dan telah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi yang baru datang dari kampungnya,” ucapnya.

Baca juga :  Kodam IX/Udayana Butuh 227 Calon Bintara, Ini Syaratnya

Meski telah melakukan isolasi mandiri, pihaknya tetap memberikan pembinaan dan sosialisasi kepada mereka supaya melaporkan diri, sehingga ketika terjadi apa-apa pihak desa bisa melakukan penangan yang cepat dan tepat. “Intinya bagaimana dalam adaptasi kebiasaan baru ini masyarakat bisa produktif sekaligus aman Covid-19,” tandasnya. (112)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini