Garap Senderan, Buruh Tewas Tertimbun Tanah

0
4
PERIKSA TANAH LONGSOR - Polisi memeriksa lokasi tanah longsor yang menewaskan seorang buruh di Banjar Umapoh, Desa Bangli, Baturiti, Tabanan, Senin (22/7) kemarin. (DenPost/kmb)

Baturiti, DenPost
Proses pembuatan senderan di tanah milik I Ketut Sindem di Banjar Umapoh, Desa Bangli, Baturiti, Tabanan, Senin (22/7/2020), berbuntut musibah. Seorang buruh harian lepas yang juga warga setempat, I Made Artana (47), meregang nyawa akibat diterjang longsoran tanah. Korban diduga kehabisan napas lantaran lama tertimbun material.

Menurut informasi, sekitar pukul 10.00 alat berat jenis bego meratakan tanah di areal rumah I Ketut Sindem. Dia berencana membuat senderan dan tembok pekarangan rumah. Saat dilakukan pengerukan, tiba-tiba tanah longsor akibat labil. Parahnya, Sindem yang kebetulan berada di samping senderan malah tertimbun tanah dan bebatuan.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah pekerja dan warga berupaya menolong buruh itu dengan mengandalkan alat manual sambil menunggu bantuan datang. Mengingat material longsor sangat tebal, maka korban sulit ditemukan. Akhirnya diputuskanlah menggunakan bego yang ada di tempat. Beberapa saat kemudian, korban berhasil ditemukan namun sudah tak bernyawa lagi. Dia luka pada bagian dagu sepanjang 12 cm. Korban lalu dievakuasi ke Puskesmas Baturiti. Dia diduga meregang nyawa lantaran kehabisan napas akibat cukup lama tertimbun tanah dan bebatuan. Petugas tidak menemukan luka di kepala dan tubuh korban, namun hanya luka pada dagu.

Baca juga :  Balita Reaktif di Padang Kerta Terbukti Negatif Corona

Kapolsek Baturiti AKP Fahmi Hamdani mengatakan bahwa pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. “Mohon bersabar ya. Korban memang benar meninggal akibat tertimbun tanah,” terangnya singkat.

Setelah diperiksa di Puskesmas Baturiti, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk diupacarai lebih lanjut. Begitu pun di lokasi longsor dipasangi garis polisi untuk menghindari warga ke lokasi kejadian yang masih rawan longsor itu. (kmb)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini