Hasil Tes Cepat Buronan Interpol Ternyata Reaktif

0
3
Hasil Tes Cepat Buronan Interpol Ternyata Reaktif
Tersangka Marcus Bean Elliot saat ditangkap Polda Bali di salah satu vila di Canggu, Kuta Utara.

Kereneng, DenPost
Buronan interpol asal Amerika Serikat (AS), Marcus Bean Elliot (50), yang ditangkap Polda Bali di salah satu vila di Canggu, Kuta Utara, telah diserahkan ke Atase Kepolisian Washington DC (Atpol WDC). Namun sebelum diterbangkan ke negaranya, Marcus ditaruh di ruang isolasi karena hasil rapid test (tes cepat)-nya reaktif.

Menurut seorang polisi, Senin (27/7/2020), polisi masih menunggu hasil tes swab tersangka Marcus. “Meskipun reaktif, tersangka belum tentu positif covid-19 (virus corona). Untuk mencegah menularnya virus berbahaya, tersangka ditahan di ruang khusus,” bisik polisi yang menolak namanya dikorankan itu.

Dia menambahkan saat digiring dari sel tahanan menuju lobi Polda Bali beberapa waktu lalu, tersangka dan polisi mengenakan kostum alat pelindung diri (APD) lengkap. Selama dilakukan panahanan, tersangka juga menjalani protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Baca juga :  Waspadai Depresi Akibat Covid-19

Sedangkan mengenai hasil tes swab tersangka Marcus, sejauh ini Polda Bali belum memberikan keterangan resmi. Kasubag Humas Polda Bali Kombes Syamsi belum bisa dihubungi hingga Senin siang.
Untuk diketahui, tersangka Marcus yang diduga terlibat kasus penipuan investasi online itu masuk Bali awal Januari 2020 memakai paspor orang lain.

Uniknya, tersangka dan pacarnya menjual alat seks dan membuat film porno untuk biaya hidup selama sembunyi di Bali. Kemudian film porno itu dijual tersangka ke pemilik website porno. Tersangka dan pacarnya langsung sebagai pemeran utama. Mereka merekam adegan itu dengan kamera di dalam kamar vila atau hotel. “Tersangka pindah-pindah tempat tinggal untuk menghindari pengejaran polisi. Selama di Bali, tersangka sudah tujuh kali pindah hotel dan gonta-ganti kendaraan,” kata Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, beberapa waktu lalu.

Baca juga :  Kontak dengan Pedagang Positif Corona, Ratusan Orang Tes Cepat di Terminal Galiran

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka yang manajer perusahaan investasi online bodong ini melancarkan aksi kejahatan sejak Maret 2015 sampai Oktober 2019. “Dia beraksi di negaranya di Amerika, dan tersangka menjalani proses penahanan mulai 4 hingga 9 September 2019. Dia kemudian lepas secara bersyarat. Saat dipanggil untuk menjalani sidang lanjutan pada 5 Januari 2020, tersangka malah melarikan diri ke Bali bersama kekasihnya, Wright Poppy Cristine (48),” tegas Kapolda.

Baca juga :  Selama Covid-19, Pengaduan Soal Ketimpangan BLT Mendominasi

Tersangka akhirnya dibekuk pada Kamis (23/7) lalu sekitar pukul 18.40 di salah satu vila di Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Dari tangan tersangka, polisi mengankan barang bukti paspor, lima HP, pisau lipat, 14 sex toys, serta 13 barang elektronik. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini