Ini Alasan KPU Bali Wacanakan Pilkada Tanpa Baliho

0
5
Ini Alasan KPU Bali Wacanakan Pilkada Tanpa Baliho
AUDIENSI – Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gde Lidartawan saat menerima audiensi pengurus SMSI Provinsi Bali, Senin (27/7/2020).

Renon, DenPost

“Perang” baliho para calon kepala daerah di Pilkada serentak 2020 sepertinya tidak akan terjadi. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali mewacanakan Pilkada Bebas Baliho. Hal itu disampaikan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gde Lidartawan, saat menerima audiensi pengurus Serikat Media Siber Indinesia (SMSI) Provinsi Bali di kantor KPU Bali, Senin (27/7/2020).

Lidartawan memaparkan, alasan mewacanakan Pilkada tanpa baliho berkaitan erat dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik. “Selain mengawal Pergub No. 97 Tahun 2018, kita juga ingin menciptakan green election, dan itu akan kita wujudkan mulai dari Pilkada Bali 2020 mendatang,” terangnya.

Baca juga :  Hindari Proyek Bermasalah, Pemkot Diminta Lakukan Ini

Lebih lanjut dikatakan, langkah yang dilakukan KPU tidak lain sebagai bentuk kepedulian di tengah pandemi Covid-19. Dengan tidak adanya baliho yang bertebaran maka memudahkan petugas untuk tidak lagi menginventarisir berapa baliho yang dipasang para calon kepala daerah.

“Dan yang lebih penting lagi yaitu kita menghindari konflik ataupun gesekan akibat baliho yang katanya dirobek ataupun dicabut,” tegasnya.

Lidartawan mengungkapkan, penggunaan platform digital akan lebih dikedepankan. Menurutnya, hal ini akan memudahkan para kandidat dalam menyampaikan visi-misinya, bahkan penetapan calon pun akan dilakukan dengan menggunakan platform digital.

Baca juga :  Bea-Cukai Musnahkan Barang-barang Ilegal, Bernilai Miliaran Rupiah

“Tidak ada lagi euforia calon datang bersama pendukungnya ke KPU, cukup dengan perwakilan saja, yang lain silahkan menyaksikan dari platform digital yang akan disediakan KPU,” imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, Lidartawan juga mengisyaratkan akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Ketua SMSI Provinsi Bali untuk turut berpartisipasi dalam pelaksanaan Pilkada mendatang melalui pemberitaan di media online anggota SMSI.

Ia memandang kehadiran SMSI diharapkan bisa mendorong suksesnya pilkada di Bali melalui kampanye Pilkada damai tanpa hoaks dan provokasi.

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali, Emmanuel Dewata Oja alias Edo yang didampingi Arief Wibisono (Sekretaris SMSI), Dewa Sastra Dinata (Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Verifikasi), Djoko Purnomo (Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Kelembagaan), Wahyu (Humas) serta pengurus lainnya menyambut baik langkah yang diwacanakan KPU Provinsi Bali dalam Pilkada mendatang.

Baca juga :  Didatangi Pol.PP, Korban Mafia Tanah Ketakutan

“Kita mendukung langkah KPU menggunakan platform digital dalam pilkada mendatang, apalagi SMSI sebagai platform berita digital juga termasuk di dalamnya,” katanya.

Edo juga menjabarkan keberadaan SMSI kepada Lidartawan. Salah satunya yaitu bahwa media online di Bali yang saat ini tergabung sebanyak 25 media. Media-media tersebut dikatakan Edo telah terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini