Subak Balepunduk Tak Maksimal Kembangkan Padi, Ini Penyebabnya

0
4
Subak Balepunduk Tak Maksimal Kembangkan Padi, Ini Penyebabnya
SAMPAIKAN ASPIRASI - Petani Subak Balepunduk saat menyampaikan aspirasi terkait irigasi ke Bupati Karangasem, Senin (27/7) lalu.

Amlapura, DenPost

Sepuluh tahun sudah petani Subak Balepunduk, Desa Tegallinggah, Karangasem tak optimal menggarap lahan dalam bertani padi. Bila biasanya siklus pada umumnya padi ditanam setiap 6 bulan sekali, subak ini dalam waktu satu tahun hanya dapat menanam padi sekali. Kondisi ini disebabkan terbatasnya akses air.

Hal tersebut diungkapkan Kelian Subak Balepunduk, Ketut Oka. “Kalau dikatakan mengambil, kami tidak bisa katakan demikian. Sebab air kan milik bersama. Hanya saja kerap diempel (dibendung) duluan di hulu oleh petani di wilayah hulu, sehingga air yang mengalir ke subak ini kecil. Bahkan kadang tak dapat air,” cerita Oka kepada DenPost, Senin (27/7/2020) lalu.

Baca juga :  Ratusan Napi di LP Karangasem Terima Remisi

Dijelaskan Oka, aliran sungai yang dimaksud adalah aliran sungai di wilayah Angsoka, Desa Tiing Tali. Yang mana aliran sungai tersebut diperuntukan untuk pengairan sawah di dua wilayah yaitu wilayah  Tegalinggah dan Desa Tiingtali. “Karena pusat air ada di Desa Tiingtali maka oknum petani di sana sering membendung, sehingga hanya besar ke wilayahnya. Kami sering datang ke sana untuk membuka bendungan. Namun saya selalu pesan agar tak datang sendiri. Sebab jika terjadi apa-apa agar ada saksi,” jelasnya lagi.

Baca juga :  Sejumlah Warga Kecicang Islam Dikabarkan Alami Gangguan Penciuman, Dinkes Langsung Cek

“Perebutan” air ini, bukan tanpa sebab. Oka menuturkan, sebab utamanya sebenarnya ada di senderan sungai yang telah rusak sejak 10 tahun lalu. “Dahulu saat senderan masih belum rusak,  pembagian rata. Tapi sejak rusak, air merembes, sehingga mulailah memasang empelan yang menguntungkan masing-masing pihak,” tutur Oka.

Dari permasalahan tersebut, pihaknya berharap Dinas terkait dapat segera melakukan perbaikan. Agar pembagian air dapat kembali adil. “Saya sudah berkali-kali sampaikan ke UPTD. Ke Dinas PUPR juga sudah. Tapi belum ditindaklanjuti sampai saat ini,” ungkapnya.

Baca juga :  Lakukan Ini, Yoga Pranata Raup Puluhan Juta Rupiah

Menanggapi keluhan ini, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menyatakan akan memerintahkan Dinas PUPR Karangasem segera menindaklanjuti. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini