Pelaku Illegal Logging Diamankan Polisi

0
11
Picsart 07 28 05.18.53
ILLEGAL LOGGING - Tersangka pelaku illegal logging, saat diamankan di Polres Jembrana.

Negara, DenPost
Kasus illegal logging masih saja terjadi di Jembrana. Ini terbukti dengan diamankannya pelaku Sujianto (41), dan Ketut Pungki Sumawan atau Pak Mawan (57) yang notabena keduanya asal Banjar Klatakan, Desa Melaya, Jembrana.

Kedua tersangka diamankan pada, Kamis (23/7/2020) pagi, di Jalan Raya Jurusan Gilimanuk Denpasar, Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara.

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yogie Pramagita, Selasa (28/7/2020), mengatakan kedua tersangka ditangkap karena ada informasi dari masyarakat ada kendaraan yang mengangkut kayu ilegal melintas di daerah Melaya menuju arah ke Timur.

Baca juga :  Hujan Lebat, Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Yehembang Kangin

Kemudian anggota Opsnal Unit IV Sat Reskrim Polres Jembrana, langsung melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut. Kemudian pada, Kamis (23/7/2020) pagi, didapati kendaraan minibus warna putih DK 1223 BH dalam keadaan penuh muatan datang dari barat melintas di Jalan Raya Gilimanuk-Denpasar di Banjar Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, sehingga dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut.

Kendaraan tersebut, dikendarai Sujianto yang mengaku melakukan pengangkutan sebanyak 37 batang kayu jenis sonokeling dari daerah Klatakan Melaya dengan tujuan Banyubiru, Negara tanpa dilengkapi dokumen, sehingga Sujianto beserta barang bukti dibawa ke Polres Jembrana.

Baca juga :  Dua Bocah Jadi Korban DB, Begini Penjelasan Diskes Jembrana

Dari keterangan Sujianto, dalam melakukan pengangkutan kayu tersebut atas suruhan Pak Mawan, dengan menggunakan mobil Mawan yang dalam proses penyidikan. Namun, yang bersangkutan tidak ditahan karena dari hasil pemeriksaan dokter yang bersangkutan mengalami sakit jantung dan harus melaksanakan wajib lapor.

Kasus ini masih dalam pengembangan. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti 37 batang kayu jenis sonokeling dengan berbagai macam ukuran. Satu unit mobil minibus warna putih DK 1223 BH.
Kedua tersangka dijerat pasal 83 ayat 1 huruf b yo pasal 12 huruf e atau pasal 83 ayat 2 huruf b yo pasal 12 huruf e UU RI no 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan yo pasal 55 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun, serta pidana denda paling sedikit Rp500 juta dan paling banyak Rp2,5 miliar. (120)

Baca juga :  Membaik, Empat Pasien Covid-19 Tinggal Tunggu Hasil Swab

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini