Berkunjung ke Bali, Wisnu mesti Patuhi SE Gubernur

0
9
Berkunjung ke Bali, Wisnu mesti Patuhi SE Gubernur
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali Gede Pramana,

Denpasar, DenPost
Serangkaian pelaksanaan masyarakat produktif dan aman covid-19 (virus corona) untuk aktivitas pariwisata bagi wisatawan nusantara (wisnu) yang berkunjung ke Bali mulai 31 Juli nanti, Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran (SE) No.15243 Tahun 2020.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik (Kominfos) Provinsi Bali Gede Pramana, Selasa (28/7/2020), dasar pertimbangan SE itu yakni kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya memiliki nilai luhur yang harus terus dijaga agar tercipta keseimbangan alam, manusia, dan budaya. Dengan demikian Bali tetap memiliki daya tarik yang kuat, dicintai, dihormati, dan disegani, masyarakat dunia.

Sejalan dengan nilai-nilai luhur itu, kepariwisataan Bali harus mengedepankan aspek kesehatan dan kualitas yang lebih memberikan perlindungan, kenyamanan, dan keamanan, bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali di masa pandemi covid-19. Untuk itu telah ada SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 No.9 Tahun 2020 tentang perubahan atas SE No.7 Tahun 2020 tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman covid-19 tertanggal 26 Juni 2020.

Baca juga :  GTPP Covid-19 Kota Denpasar Pelototi Prokes di Pasar Rakyat

Ada pun ketentuan mengenai persyaratan bagi wisnu yang berkunjung ke Bali yakni bebas covid-19 dengan menunjukkan surat keterangan (suket) hasil negatif uji swab berbasis polymerase chain reaction (PCR) minimum hasil nonreaktif rapid test (tes ceoat) dari instansi berwenang. Masa berlaku suket tersebut paling lama 14 hari sejak suket dikeluarkan. ‘’Wisatawan yang telah menunjukkan suket hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test yang masih berlaku, tak lagi diwajibkan melakukan uji swab atau rapid test, kecuali mengalami gejala klinis covid-19,’’ tegas Pramana dalam siaran persnya.

Wisatawan yang tak dapat menunjukkan suket hasil negatif uji swab berbasis PCR atau hasil non-reaktif rapid test, berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR atau rapid test di Pulau Dewata.

Baca juga :  "New Normal’’, Pengawasan Prokes Mesti Diperketat

Wisatawan yang hasilnya reaktif rapid test berkewajiban mengikuti uji swab berbasis PCR di Bali. Selama menunggu hasil uji swab, wisatawan menjalani karantina di tempat yang ditentukan Pemprov Bali. ‘’Wisatawan yang positif covid-19 berdasarkan hasil uji swab, akan dirawat di fasilitas kesehatan di Bali,’’ beber Pramana.
Biaya uji swab, rapid test, karantina atau fasilitas kesehatan, merupakan tanggung jawab wisatawan. Sebelum keberangkatan ke Bali, setiap wisatawan berkewajiban mengisi aplikasi LOVEBALI. Petunjuk aplikasi itu dapat diakses pada laman https://lovebali.baliprov.go.id. Pelaku usaha akomodasi pariwisata di Bali wajib memastikan setiap wisatawan sudah mengisi aplikasi LOVEBALI itu.

Selama melaksanakan aktivitas wisata di Bali, wisatawan berkewajiban melaksanakan protokol tatanan kehidupan Bali era baru sesuai ketentuan pemprov Bali yaitu: mengenakan masker/pelindung wajah, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, memenuhi ketentuan menjaga jarak minimal 1 meter pada saat berinteraksi dan duduk, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan saat bersin dan batuk, menghindari penggunaan tangan secara langsung menyentuh area wajah seperti: mata, hidung, dan mulut. Selain itu menjalani pengukuran suhu tubuh, membersihkan barang pribadi seperti handphone (HP), kacamata, tas, masker, dan barang lainnya, dengan cairan disinfektan sesuai kebutuhan, bersedia diperiksa petugas kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19, dan menghindari kontak fisik saat menyampaikan salam.

Baca juga :  Baksos PDIP Denpasar Tahap II Diisi Sembahyang Bersama

‘’Selama berada di Bali, wisatawan diimbau mengaktifkan global positioning system (GPS) pada smartphone demi pelindungan dan pengamanan. Wisatawan dapat menyampaikan keluhan atau masalah selama berada di Bali melalui aplikasi LOVEBALI, serta wajib mematuhi ketentuan dalam SE ini. Bagi wisatawan yang melanggar, akan dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ tandas Gede Pramana. (wira)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini