Strategis, Peran SMSI Dalam Pilkada 2020

0
3
Strategis, Peran SMSI Dalam Pilkada 2020
AUDIENSI – Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, saat menerima audiensi pengurus SMSI Provinsi Bali, di Kantor KPU Denpasar, Selasa 928/7/2020).

Dauh Puri, DenPost

Setelah audiensi dengan KPU Bali, pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali melanjutkan silaturahmi ke KPU Denpasar, Selasa (28/7/2020). Diterima Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, pertemuan tersebut juga membicarakan terkait persiapan Pilkada serentak 2020, di mana Kota Denpasar menjadi salah satu daerah yang akan menyelenggarakan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Desember 2020 mendatang.

Arsa Jaya juga menyatakan menyambut baik kehadiran SMSI Provinsi Bali. Apalagi dalam Pilkada mendatang, menurut Arsa Jaya peran media-media online sangat strategis dalam menyukseskan Pilkada. “Peran SMSI sangat strategis karena akan membantu kami dalam penyebaran informasi kepada publik melalui platform digital yang dimiliki, mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan Pilkada 2020. Ini akan segera kami tindak lanjuti dalam bentuk kerjasama kedua belah pihak,” katanya, sembari mengisyaratkan agar SMSI sesegera mungkin mengajukan MoU. Arsa juga melihat kerjasama kedua belah pihak penting dijalin lantaran ada kesepahaman dalam menciptakan Pilkada yang bersih tanpa hoaks dan provokasi.

Baca juga :  Perumda Tegaskan Wacana Penutupan Pasar, Hoaks

Ketua SMSI Bali, Emanuel Dewata Oja yang akrab disapa Edo, didampingi Sekretaris SMSI, Arief Wibisono, menyampaikan, SMSI yang hadir sejak Mei 2020 telah resmi menjadi konstituen Dewan Pers melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 22/SK-DP/V/2020.

“SMSI merupakan kumpulan dari beberapa portal media online. SMSI Bali hingga saat ini memiliki 25 anggota yang terdiri dari media online di Bali, yang secara administrasi telah memiliki badan hukum,” ungkap Edo.

Baca juga :  Gubernur Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana

 

Lebih lanjut, dikatakan, SMSI mendukung pilkada serentak dengan  harapan menciptakan pemilu yang tanpa hoaks dan ujaran kebencian. Selain itu, Pilkada di tengah covid-19 sangat tidak memungkinkan menggunakan metode konvensional.

“Alat perlengkapan pilkada pun akan menggunakan platform digital, mulai dari kampanye, sehingga kami pun juga telah menyiapkan platfom digital,” pungkasnya. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini