Hanya Rp 35 Ribu Per Bulan, Ini Kiat Kartika Hemat Kuota Internet untuk Tiga Anaknya

0
9
Hanya Rp 35 Ribu Per Bulan, Ini Kiat Kartika Hemat Kuota Internet untuk Tiga Anaknya
Komang Kartika bersama anak keduanya, Budiarta

Amlapura, DenPost

Di tengah sebagian siswa dan orangtua mengeluh pembelajaran online dianggap menguras kuota, hal berbeda justru dirasakan Komang Kartika, seorang petani serabutan asal Dusun Teges, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Memiliki tiga orang anak sekolah yang saat ini tengah menempuh mempelajaran dengan sistem online, buruh dengan penghasilan maksimal Rp 60 ribu per hari ini tak pernah mengalami kendala.

“Anak saya ada 4. Tiga masih sekolah. Yang kedua mengikuti kejar paket C karena saat ia tamat SMP saya tidak punya biaya, beruntung dapat beasiswa. Anak ketiga dan keempat masih SD. Seluruhnya sekarang ikut belajar online dengan menggunakan satu handphone (HP),” jelasnya.

Baca juga :  Kematian Babi Juga Terjadi di Samuh, Peternak Enggan Melapor

Tak terkendala biaya, bahkan ia mengaku, dengan belajar sistem online, ia lebih irit pengeluaran. Sebab hanya mengeluarkan biaya pulsa senilai Rp 35 ribu per bulan untuk ketiga anaknya, tanpa mengeluarkan uang bekal. Bahkan ia mengaku dapat bekerja lebih maksimal, karena kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD, selama pembelajaran dibimbing anak keduanya, Komang Budiarta. Dia hanya meminta anak-anaknya disiplin dan cermat menggunakan kuota.

Baca juga :  Dharma Rucitra III Berhasil Mengapung, Kini Tunggu Pengecekan BKI

Diwawancarai DenPost, Selasa (28/7/2020) anak kedua Kartika yakni Budiarta mengaku menerapkan disiplin yang cukup ketat selama belajar online untuk dia dan kedua adiknya. “Saya biasa beli kuota per bulan Rp 35 ribu. Itu dapat 10 GB. Nah, itu khusus hanya dipakai belajar untuk kami bertiga. Tidak boleh dipakai selain itu,” jelasnya. Dengan cara ini, Ia mengaku jumlah kuota tersebut sudah lebih dari cukup. “Tiap hari saya pakai download materi dan belajar lewat WA grup. Begitu juga kedua adik saya,” imbuhnya lagi.

Dengan menerapkan disiplin tersebut, ia mengaku selama pembelajaran dari rumah, ia tak pernah kendala biaya internet. “Namun memang kelemahannya saya kadang tidak mengerti materi. Lebih mengerti saat dijelaskan langsung,” ungkapnya.

Baca juga :  Kasus Babi Mati Masih Terjadi di Karangasem

Walau demikian ia tak pernah menyerah. Ia mengaku, selalu menyelesaikan tugas semampunya. “Intinya saya sangat bersyukur, saya bisa melanjutkan sekolah setamat saya SMP. Walau harus bersekolah di kejar paket C. Saya akan berusaha belajar dengan baik dengan tidak membebani orangtua. Salah satunya dengan berusaha mempergunakan HP seperlunya untuk pembelajaran online ini,” pungkas Budiarta. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini