Langgar Aturan, Proyek Pabrik Garam di Kusamba Distop

0
34
Picsart 07 29 06.40.34
TUTUP PABRIK - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat turun dan menutup langsung pembangunan pabrik garam di Dusun Karangdadi, Kusamba, Selasa (27/7/2020).

Semarapura, DenPost

Satpol PP Klungkung, menghentikan proyek pabrik garam di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Dawan, Rabu (28/7/2020). Penutupan ini, dilakukan karena pabrik garam yang berdiri di atas lahan sekitar satu hektar tersebut, melanggar sejumlah aturan. Di antaranya, Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) No. 3 Tahun 2020 yang menyatakan Pantai Tegal Besar hingga Pantai Goa Lawah yang merupakan kawasan pariwisata. Termasuk Perda RTRW No. 1 Tahun 2013 Kabupaten Klungkung tentang tidak boleh membangun permanen di area sempadan pantai.

“Iya, tadi pagi kita sempat turun mengeceknya lagi. Ternyata masih ada aktivitas, sehingga kita tegas langsung menghentikan dan melayangkan Surat Peringatan (SP) 1,” ujar Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Putu Suarta.

Baca juga :  Suwirta Kembali Lepas PMI yang Tuntas Karantin  

Menurut Putu Suarta, pembangunan pabrik garam ini sebenarnya sudah dicek dan dihentikan langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, ketika turun ke lokasi, Selasa (27/7/2020). Namun, setelah dicek kembali, ternyata masih ada sejumlah buruh bangunan yang bekerja memasang batako, sehingga anggota Satpol PP kembali menghentikan aktivitas proyek tersebut.

“Tadi kami tidak ketemu sama pemiliknya. Tapi kita tegas kalau ndak hari ini, besok kita akan layangkan surat peringatan secara tertulis. Bahkan, jika masih bekerja maka kita angkut ke kantor,” tegasnya.

Baca juga :  Terjaring Balapan Liar, Begini Hukumannya

Yang jelas, Putu Suarta mengatakan pabrik garam tersebut belum berijin. Pabrik garam tersebut juga berdiri di atas lahan milik warga yang dikontrak investor.

Bupati Suwirta sendiri yang sempat turun mengatakan kalau pemerintah daerah tidak pernah melarang investasi di Klungkung. Malah pihaknya berharap akan kehadiran investasi. Namun, Suwirta mengingatkan siapapun yang ingin berinvestasi harus taat terhadap aturan yang ada. “Ijin harus ada sebelum memulai pembangunan, apalagi pembangunan sebuah pabrik,” kata Suwirta. (119)

Baca juga :  Remaja Dililit Ular Piton "Melik", Pihak Keluarga Gelar "Bayuh Oton"

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini