Pemotongan Terapkan Prokes, Daging Kurban Diantar ke Rumah Warga

1
3
Picsart 07 31 12.25.18
POTONG KURBAN - Umat muslim memotong hewan kurban serangkaian Hari Idul Adha, Jumat (31/7/2020).

Padangsambian, DenPost

Tradisi pemotongan kurban serangkaian perayaan Idul Adha tahun 2020 digelar di Gedung Dewan Perwakilan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Bali. Penyembelihan berlangsung sejak pukul 08.30 wita.

Di masa pandemi, kegiatan di tempat pemotongan kurban berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Panitia membatasi kerumunan warga, menyediakan tempat cuci tangan, dan mengimbau panitia untuk mengenakan masker.

Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Bali, H. Hardilah menyebut, langkah ini mendukung program pemerintah untuk menangani covid-19. “Kami menerapkan sosial distancing. Mulai masuk (areal) ada petugas yang jaga. Jadi selain yang berkepentingan tidak boleh masuk. Tidak ada pembagian langsung di tempat ini,” ungkapnya usai meninjau pemotongan kurban.

Baca juga :  Tes Cepat 165 Warga Tonja, Hasilnya Begini

Untuk teknis penyaluran daging kurban, pihaknya telah menyiasati dengan menambah personel lebih banyak dari tahun lalu. Mereka datang secara bergilir ke tempat pemotongan kurban, dan selanjutnya mengantarkan daging ke rumah warga.

Kata dia, ini dilakukan demi kenyamanan bersama, sehingga perayaan Idul Adha 1441 Hijriah dapat berlangsung lancar. “Pelaksanaan dari dulu jemput bola. Apalagi sekarang, jelas dibatasi (kerumunan). Kami tingkatkan jumlah personel yang turun ke bawah. Mereka yang gotong-royong,” ungkapnya.

Baca juga :  Gara-gara Ini, 100 Perusahaan Dipanggil BP Jamsostek

Dia menjelaskan, pemotongan korban yang digelar LDII Provinsi Bali berlangsung hampir di seluruh Bali. Berlangsung di 24 lokasi, yakni di Kabupaten Jembrana tiga lokasi, di Singaraja satu lokasi, Karangasem satu lokasi, Gianyar satu lokasi, Badung empat lokasi dan 14 lokasi di Kota Denpasar.

Sapi dan kambing yang dijadikan kurban, kata dia, sebelumnya telah melalui sejumlah pemeriksaan kesehatan oleh petugas medis, salah satunya dari Universitas Udayana. Hasilnya, daging hewan itu dinyatakan layak dikonsumsi.

Baca juga :  Belum 24 Jam, Petisi Bebaskan Jerinx Tembus 35 Ribu

Hal menonjol lainnya, daging yang akan dibagikan dikemas dengan besek. Besek merupakan wadah makan berbahan kulit bambu. “Ini sesuai dengan Pergub soal pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai, jadi kami pakai besek,” tutupnya. (106)

1 Komentar

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini