Gempa Guncang Kutsel, Warga Berlarian Keluar Rumah

0
4
Picsart 07 31 04.23.02
PUSAT GEMPA - Pusat gempa yang berlokasi di laut pada jarak 50 km arah barat daya Kuta selatan, Bali pada kedalaman 64 km.

Kutsel, DenPost

Warga Kuta Selatan (Kutsel) yang sebagian lagi tidur-tiduran dikagetkan guncangan gempa, Jumat (31/7/2020).
Mereka pun berhamburan keluar rumah menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Gempa yang cukup terasa getarannya tersebut, hanya berlangsung beberapa saat.

Salah seorang warga Kutsel yang tinggal di kawasan Perum Taman Griya, Putu Danawati, mengungkapkan saat kejadian dia sedang mengobrol sama anaknya yang baru bangun tidur. Karena hari libur anak tidak sekolah, sehingga dia bisa lebih santai. “Pas lagi duduk-duduk eh tiba-tiba ada getaran. Tadinya saya kira anak saya yang kakinya goyang-goyang. Eh ternyata gempa, sehingga kami langsung lari keluar,” ujarnya.

Baca juga :  Tangani Wabah Covid-19, Polres Gandeng Tokoh Puri

Sementara BMKG lewat siaran persnya memaparkan gempa terjadi pada pukul 08.37.09 Wita, yang mengguncang wilayah Kuta Selatan. Hasil analisis update BMKG menunjukkan gempa bumi ini berkekuatan M=4,4. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9.22 LS dan 115.06 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 50 km arah barat daya Kuta selatan, Bali pada kedalaman 64 km.

Menurut Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng indo Australia yang menujam ke lempeng eurasia.

Baca juga :  Terungkap Dalam Rekonstruksi, Ini yang Dilakukan Yoga Sebelum Habisi Kakak Sepupu

Dampak gempa bumi ini berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Kuta Selatan II-III MMI atau Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan dirasakan nyata dalam rumah atau terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Untuk masyarakat Gianyar dan Denpasar II MMI Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya. (113)

Baca juga :  Pergi Setelah Rapid Test Reaktif, Ibu dan Anak Dikarantina

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini