PHDI Bali Desak PHDI Pusat Segera Sikapi Hare Krisna

0
9
PHDI Bali Desak PHDI Pusat Segera Sikapi Hare Krisna
RAPAT - Tim Komunikasi, Mediasi, dan Advokasi PHDI Bali, rapat dengan Ormas Keagamaan Hindu dan International Society for Krisna Consciousness (Iskcon), Minggu (2/8) kemarin, guna menyikapi HK. (DenPost/ist)

Tonja, DenPost
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali mendesak PHDI Pusat agar segera menyikapi polemik mengenai keyakinan Hare Krishna (HK) yang marak di Pulau Dewata. Ketua PHDI Bali Prof. IGN Sudiana menyebutkan hal itu Minggu (2/8/2020).

“Kami sudah menghadap PHDI Pusat pada 31 Juli, namun belum ada jawaban resmi secara tertulis. Mengingat tidak ada jawaban, kami membuat penegasan kembali,” ujar Sudiana, usai rapat dengan jajaran pengurus PHDI se-Bali.
Ada tiga pernyataan yang diusulkan ke PHDI pusat. Pertama: PHDI Bali mengusulkan agar mengeluarkan HK dan International Society for Krisna Consciousness (Iskcon) dari pengayoman PHDI Pusat. Kedua: melarang HK melakukan kegiatan di luar ashram dan di pura di seluruh Bali. “Mengingat suasana masyarakat di Bali semakin mengkhawatirkan, maka kami mohon PHDI Pusat agar memberikan keputusan secepatnya,” beber Sudiana.

PHDI Bali juga telah berkomunikasi dengan Majelis Desa Adat (MDA) dalam menyikapi persoalan ini, termasuk melapor keGubernur Bali Wayan Koster. Menurut Prof. Sudiana, respons Gubernur cukup baik, dan memerintahkan semua lembaga serta instansi agar ikut mengatensi persoalan ini.

Baca juga :  Aksi Terekam CCTV, Lima Maling Diciduk di Pemogan

Sambil menunggu jawaban dari PHDI Pusat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Bali. “Kami ke Kejati Bali sehabis 3 Agustus. Kami juga sudah surat ke Kejakgung, dan pertemuan nanti menanyakan SK 107,” imbuhnya.

Untuk diketahui, SK Jaksa Agung No.KEP- 107/JA/5/1984 yang dimaksud itu adalah keputusan tentang larangan HK di seluruh Indonesia. Sudiana menyebut sikap ini merupakan komitmen PHDI Bali sebagai lembaga umat Hindu tertinggi. Kepada masyarakat, dia mohon doa dan dukungan agar persoalan ini cepat selesai. Dengan demikian, umat Hindu di Bali kembali beraktivitas secara normal.

Baca juga :  Jenazah tanpa Identitas Mengapung di Perairan NusaPenida

Pria yang juga Rektor IHDN ini berharap agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu ketertiban umum dan melawan hukum. “Semua pihak agar tetap tenang serta jangan mudah terpancing isu-isu di medsos yang dapat memperkeruh keadaan. Kita harus menjaga kerukunan antarsesama maupun antarumat beragama dengan mengedepankan sikap saling asah, asih, dan asuh,” tegasnya.

Terlebih lagi Bali baru saja membuka sektor pariwisata untuk wisatawan domestik (wisdom). Ini artinya, keamanan dan kenyamanan harus tetap terjaga. “Kalau tidak aman, siapa mau datang ke Bali? Yang ditakutkan wisatawan itu masalah di internal,” pungkasnya. (wir/yan)

Baca juga :  Dicurigai Corona, ABG Asal Demulih, Bangli, Diobservasi di RSUP Sanglah

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini