Ini Janji Menhub untuk Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul

0
14
Ini Janji Menhub untuk Pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan penyebarangan Sampalan dan Bias Munjul di Lembongan, Nusa Penida, Senin (3/8).

Semarapura, DenPost

Bertepatan dengan Purnama Karo, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan penyeberangan Sampalan dan Bias Munjul di Lembongan, Nusa Penida, Senin (3/8). Kedatangan Menhub, Budi Karya Sumadi yang menggunakan helikopter ini disambut Gubernur Bali, I Wayan Koster dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Lapangan Umum Sampalan, Batununggul, Nusa Penida sekitar pukul 08.30 Wita.

Ada hal menarik yang disampaikan Menhub, Budi Karya Sumadi ketika memberikan sambutan sebelum melakukan peletakan batu pertama bersama Gubenur, Wayan Koster dan Bupati, Suwirta. Menhub mengatakan sudah mengenal namanya Nusa Penida sejak SD. Karena sejak kelas IV SD dia mendapat pelajaran kalau pulau di selatan Bali namanya pulau Nusa Penida. Jadi pihaknya menugaskan Ditjen untuk segera menuntaskan pelabuhan tersebut sebelum bulan Juni 2021. “Kalau bisa selesaikan waktu dalam sembilan bulan,” pintanya.

Baca juga :  Warga Positif Corona di Bali Bertambah 13, Total Jadi 235

Selain itu Menhub juga berjanji akan memberikan kapal setelah pembangunan pelabuhan selesai tahun 2021 sehingga akses penyeberangan dari dan ke Nusa Penida berjalan aman dan nyaman. Apalagi Presiden juga berpesan agar memberikan perhatian khusus bagi Bali karena Bali akan menjadi luar biasa bagi Indonesia.Terlebih Bali juga akan dijadikan super hub turis, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Australia dan Asia Tenggara.

Baca juga :  Kakak Beradik di Tulang Nyuh Meninggal Akibat Lever

“Potensi kemaritiman Bali luar biasa, tahun depan saya bakal berikan bantuan kapal guna melayani penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida dan sebaliknya. Sehingga tidak lagi angkat kain kalau ke Nusa Penida,” ujar Budi Karya.

Sebelumnya Sekretaris Dijet Perhubungan Darat, Imran Rasyid mengatakan pembangunan pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul merupakan salah satu rencana strategis Kementrian Perhubungan. Total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kedua pelabuhan tersebut mencapai Rp 196,3 miliar dari APBN. Perinciannya,  Rp 86,7 miliar untuk pelabuhan Sampalan dan Rp 109,6 miliar untuk pelabuhan Bias Munjul. Pembangunannya dilaksanakan dua tahun anggaran yakni tahun 2020 dan 2021 menggunakan sistem multiyears.

Baca juga :  Pasien Corona di Bali Terus Bertambah, Seorang PMI dan Tujuh Lokal

“Pembangunannya nanti terbagi menjadi beberapa zona menyerupai konsep pelayanan yang telah dilaksanakan di bandar udara dan stasiun kereta api di Indonesia yakni ada zona untuk penumpang, kendaraan dan fasilitas,” ungkapnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini