Koster Ingatkan Kesakralan Nusa Penida

0
5
Koster Tak Ingin Ada Warga Angkat Kain Bawa Sesajen

Semarapura, DenPost

Ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan pelabuhan penyebrangan Sampalan dan Bias Munjul di Lembongan, Nusa Penida, Klungkung dilakukan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Senin (3/8). Pembangunan kedua pelabuhan ini tidak hanya disambut gembira Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan masyarakat, namun juga Gubernur Bali, Wayan Koster yang ikut hadir melakukan peletakan batu pertama bersama Menhub, Budi Karya Sumadi.

Koster dalam sambutannya mengatakan Nusa Penida merupakan wilayah yang sakral. Kesakralan tersebut tak terlepas dari keberadaan Pura Dalem Ped yang memiliki taksu sangat kuat di Nusa Penida. Disamping Pura lainnya yang juga memiliki spritual yang sangat tinggi sehingga menjadi daya tarik dan magnet yang kuat untuk dikunjungi.

Baca juga :  Klungkung Tutup Lima Pasar Umum Usai Nyepi

Namun dibalik hal itu, Koster mengatakan kalau Nusa Penida juga kurang mendapat perhatian serius. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya masalah yakni ketika ada upacara agama di Pura Ped, Nusa Penida. Banyak umat yang harus angkat kain sambil mengusung banten atau sajen ketika hendak menyeberang menggunakan boat ke Nusa Penida. “Saya saja dari Sanur sampai harus digendong biar bisa naik ke boat,” ujar Koster.

Baca juga :  Tes SKD CPNS di Klungkung, dari Celana Kedodoran Hingga Larangan Bawa Ini

Selain itu, Koster juga mengaku terinspirasi membangun pelabuhan segitiga di Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul, Lembongan, Nusa Penida sejak akan maju menjadi Gubernur. Oleh karena itu dirinya tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika dipanggil Presiden RI, Joko Widodo ke istana setelah Bali meraih suara 92 persen saat Pilpres pada April 2019 lalu. Yakni dengan mengajukan sejumlah program infrastruktur. Salah satunya pelabuhan segitiga antara Sanur, pelabuhan Sampalan dan Bias Munjul di Lembongan. “Ketika menyampaikan rencana pelabuhan segitiga itu Presiden langsung ambil telepon dan langsung bicara dengan Menhub. Saya ingat betul,” ungkap Koster.

Baca juga :  Kesadaran Memilah Sampah  Rendah,  Suwirta Minta Pelanggar Ditipiring

Gubernur Koster mengatakan kalau Nusa Penida juga menjadi penghubung aktivitas masyarakat di Klungkung daratan dan Denpasar. Bahkan sejumlah destinasi wisata di Nusa Penida juga sudah terkenal di dunia. Sehingga Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini berharap pelabuhan segitiga tersebut bisa segera terwujud.

“Saya tak ingin ketika masyarakat berkunjung ke Nusa Penida angkat kain lagi. Apalagi ada sekitar 6000 orang yang menyebrang ke Nusa Penida setiap harinya,” harapnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini