Pandemi Covid-19, Ini yang Dikembangkan Dinas Perikanan

0
11
Pandemi Covid-19, Ini yang Dikembangkan Dinas Perikanan
Ir. AA Gede Bayu Brahmasta

Lumintang, DenPost

Perikanan budidaya khususnya ikan lele saat ini menjadi tumpuan penting dalam menopang perikanan nasional seiring meningkatknya kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan dan gizi dadi masa pandemi Covid-19.

”Ini tantangan besar bagi Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar dalam mewujudkan perikanan budidaya sebagai ujung tombak dalam menggerakan perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat Denpasar saat pandemi virus corona,’’ kata Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ir. AA Gede Bayu Brahmasta, Senin (3/08/2020).

Menurut Bayu Brahmasta, pembangunan perikanan budidaya di Kota Denpasar diarahkan pada peningkatan produksi perikanan guna dapat meningkatkan pendapatan petani/pembudidaya ikan. Dengan adanya alih fungsi lahan yang tinggi di Denpasar merupakan tantangan dalam pengembangan perikanana budidaya di perkotaan. Konsep urban farming sangat tepat diterapkan di Kota Denpasar. Karena urban farming merupakan aktivitas pertanian atau perikanan melibatkan keterampilan, keahlian dan inovasi dalam budidaya perikanan serta pengolahan melalui pemanfaatan pekarangan, lahan tidur dikonversi menjadi lahan pertanian atau perikanan produktif sehingga dapat memberi manfaat bagi masyarakat.

Baca juga :  Idul Fitri di Tengah Pandemi, Danrem : Momentum Tingkatkan Iman dan Toleransi

Dia menjelaskan, pengembangan perikanan budidaya untuk meningkatkan produksi melalui urban farming dengan pengembangan budidaya ikan lele. Lele merupakan komoditas unggul Kota Denpasar karena potensial dikembangkan dengan luas dan air yang terbatas. Secara ekonomis usaha budidaya ikan lele sangat menguntungkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

”Budidaya ikan lele kami rasa tidak memerlukan perawatan yang rumit, penghasil protein tinggi sehingga sangat baik pemenuhan gizi masyarakat. Selain harga jualnya terjangkau masyarakat dan mudah diperoleh di pasaran,’’ ujarnya.

Baca juga :  Tiga Bulan, Lakalantas Renggut 70 Nyawa

Masa pandemi virus corona ini, lanjut Bayu Brahmasta, usaha budidaya ikan lele mengalami dampak signifikan. Di mana tingkat penjualan ikan lele menurun akibat menurunya daya beli masyarakat akibat dampak banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK). Hasil produksi ikan lele selama ini diambil pengumpul ikan untuk didistribusikan kepada pedagang ikan lele lalapan. Namun, saat wabah virus corona, pengumpul ikan mengambi hasil produksi dari pembudidaya ikan dalam jumlah sedikit akibat menurunya permintaan ikan lele dari pedagang lalapan. ”Pembatasan waktu buka pedagang lalapan yang menjual ikan lele perpengaruh terhadap permintaan ikan lele,’’ terangnya. (103)

Baca juga :  Pemijat Tewas di Poskamling, Dievakuasi Petugas Ber-APD

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini