Ratusan Warga Desa Adat Padang Bai Lakukan Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

0
20
Ratusan Warga Desa Adat Padang Bai Lakukan Unjuk Rasa
Ratusan warga Desa Adat Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, tumpah ruah Senin (3/8) pagi. Mereka memadati jalan menuju pelabuhan Padang Bai

Amlapura,DenPost

Ratusan warga Desa Adat Padang Bai, Kecamatan Manggis, Karangasem, tumpah ruah Senin (3/8) pagi. Memadati jalan menuju pelabuhan Padang Bai, warga melakukan aksi demonstrasi menolak rencana pembangunan dermaga 3 Padang Bai, yang dinilai tidak melalui perundingan dengan pihak Desa Adat.

Bendesa Adat Padang Bai, Komang Nuriada mengungkapkan ada beberapa alasan, ratusan warga nekat turun ke jalan di tengah pandemi Covid-19. “Intinya kami ingin menyuarakan penolakan atas sikap pihak ASDP yang ingin menyertifikatkan tanah milik desa adat untuk pembangunan dermaga 3,” ungkapnya. Pihaknya menilai ada oknum yang bermain di balik rencana pelabuhan ini. Sebab, rencana membangunan dermaga 3 tak pernah disosialisasikan pihak ASDP ke warga Desa Adat.

Baca juga :  Dilaporkan Hilang, Pencari Lobster Ditemukan Selamat

“Kami tahu justru dari status media sosial salah satu senator. Kami tidak pernah diberitahu rencana itu. Mereka bahkan telah melakukan pengukuran pada 25 Juli lalu, tanpa seizin kami yang masih memiliki wilayah,” ungkap Nuriada.

Selain tanpa sosialisasi, pihak Desa Adat menuturkan, pembangunan dermaga 3 akan berdampak negatif bagi warga. Pertama, rencana lokasi pembangunan dermaga 3,mencaplok lahan parkir dan melaut nelayan sekitar. “Jika ini direalisasikan otomatis dimana warga kami akan melaut,” ungkap Nuriada. Tak hanya itu, pembangunan dua dermaga yang sempat melakukan pengurugan di beberapa spot, membuat kawasan sisi Pantai Padang Bai kini abrasi. “Apalagi jika dermaga 3 dibangun, bagaimana dampak alam di Pantai Padang Bai,” jelasnya.

Baca juga :  Ini yang Menyebabkan Antrean Truk Sampai By-pass Kusamba 

Lebih lanjut Nuriada menuturkan, aksi puncak turunnya ratusan warga ke jalan ini, tak hanya menyuarakan penolakan. Namun juga menyuarakan kekesalan warga pada pihak ASDP yang tak pernah memberi feedback pada warga. “Kami selalu mendukung keberadaan dermaga. Salah satunya pelebaran jalan dan gorong-gorong saat ini merupakan usulan kami 2 tahun lalu, yang berhasil terealisasi untuk operasional demaga. Selain itu 2 warga kami juga rela memberikan lahannya secara gratis untuk pelebaran jalan,” ungkapnya.

Baca juga :  Buka Saat Hari Baik, Pengunjung Taman Ujung Mulai Berdatangan

Dikatakan, Nuriada dan ratusan warga sebenarnya tak bermaksud untuk melakukan perlawanan pada kebijakan negara. Namun pihaknya hanya ingin tetap mempertahankan aset Desa Adat yang menjadi warisan untuk dijaga kelestariannya. “Pihak ASDP hanya berjanji, tidak pernah peduli pada kerusakan alam dan keluhan yang kami ungkapnya,” ungkapnya kesal. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini