Penumpang Via Bandara Ngurah Rai Masih Fluktuatif

0
5
Penumpang Via Bandara Ngurah Rai Masih Fluktuatif
MULAI MENINGKAT - Salah satu penerbangan Garuda yang mendarat di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta. Kedatangan wisatawan domestik mulai meningkat walau jumlahnya masih sedikit. (DenPost/ist)

Kuta,DenPost
Kendati pariwisata domestik sudah dibuka, ternyata peningkatan kunjungan wisatawan masih fluktuatif atau naik dan turun. Hal itu diungkapkan Humas Bandara Ngurah Rai Bali, Andanina Dyah Permata Megasari, Senin (3/8/2020).
Dibandingkan pekan lalu, sambungnya, peningkatan jumlah penumpang tidaklah signifikan. Jika dibandingkan dengan Juni, untuk Juli terjadi tika kali lipat peningkatan jumlah penumpang. “Untuk minggu ini, baik penumpang maupun pergerakan pesawat, memang ada, tapi tidak banyak,” paparnya.

Selain peningkatan penumpang, menurut Megasari, juga ada pergerakan pesawat. Seperti pada Minggu (2/8/2020) lalu ada 47 kedatangan pesawat dan 36 pesawat yang berangkat.

“Pada 1 Agustus, cuma ada kedatangan tiga puluh pesawat, dan keberangkatan dua puluh lima pesawat. Masih fluktuatif. Pada 31 Juli juga tidak beda jauh,” ungkapnya, sambil menambahkan bahwa pada Juni lalu, kisarannya masih belasan pesawat.

Baca juga :  Dihantam Corona, Pengusaha Travel Beralih ke Usaha Ini

Sedangkan sejak Juni ke Juli, peningkatannya memang sangat jauh. Pada Juni lalu, jumlah penumpang mencapai 19 ribuan, dan Juli mencapai 80 ribu.

Bagaimana dengan Agustus? Mengingat baru berjalan dua hari, pihaknya belum bisa melihat secara pasti. “Peningkatan pergerakan pesawat juga sama. Untuk Juni ada sepuluh hingga limabelas pergerakan. Kalau Juli, sehari saja sampai dua puluh lima hingga tiga puluh flight,” beber Megasari.

Baca juga :  Nyolong Tas di Bawah CCTV, Aksi Sopir Taksi Online Terbongkar

Semua itu adalah penerbangan reguler di jalur domestik. Semua rata-rata penerbangan sudah beroperasi kembali. Sedangkan untuk penerbangan internasional, isinya sebagian besar orang Indonesia yang bekerja di luar negeri.
“Waktu ini kan mereka pulang, dan sudah dipanggil kembali untuk bekerja. Untuk yang reguler, baru penerbangan ke Doha dan yang lainnya masih kargo,” jelas Megasari.

Sebenarnya respons maskapai asing yang ingin membuka penerbangan ke Bali sudah ada. Namun mereka masih melihat situasi dan mundur lagi. “Seperti Malaysian Airline, sempat menyatakan mau buka, tapi mundur lagi,” pungkasnya. (gik)

Baca juga :  Gempa saat Sasih Kasa, Ketua PHDI Sebut Ini Artinya

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini