Aksi Sayat Paha Wanita Kambuh lagi di Denpasar

0
14
Aksi Sayat Paha Wanita Kambuh lagi di Denpasar
PAHA DISAYAT - Akun Instragram bernama @nasroel memperlihatkan paha korban yang disayat orang tak dikenal. (DenPost/ist)

Padangsambian, DenPost
Setelah reda beberapa tahun, kasus sayat paha wanita kambuh lagi di Kota Denpasar. Teror dan aksi kejahatan jalanan ini sempat viral di media sosial (medsos). Kasus ini awalnya dinformasikan pemilik akun Instragram bernama @nasroel. Namun identitas korban tidak disebutkan secara rinci oleh pemilik akun. Menurutnya, kasus sayat paha itu menimpa korban saat melintas di Jalan Tukad Pakerisan, Panjer, Densel, pada Minggu (2/8/2020) sekitar pukul 22.00.

Baca juga :  TRANSMISI LOKAL, ANCAMAN BARU PENULARAN CORONA

Awalnya, korban yang berkendara seorang diri dengan mengenakan celana jeans pendek, diikuti orang tak dikenal. Saat keadaan jalan lengang, motor korban dipepet. Saat itulah pelaku menyayat paha korban menggunakan benda tajam. “Korban cepat menghindar, sehingga luka sayatan yang dialaminya tidak terlalu parah,” kata sumber polisi, Senin (3/8/2020).
Korban mengaku bahwa pelaku mengendarai motor Honda Beat dan helm warna hitam. Lantaran panik, korban tidak ingat dengan nopol sepeda motor pelaku. “Korban yang panik berusaha menghindari pelaku,” beber polisi.

Sedangkan Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Reza Hafidz saat ditanya belum memberikan jawaban mengenai kasus sayat paha wanita ini.

Baca juga :  Harga Gula Pasir Melambung, Disperindag Diminta Tanggap

Catatan DenPost, kasus sayatn paha wanita di antaranya pernah terjadi pada 18 Maret 2017 pukul 04.30 di perempatan Jalan Pidada, Denpasar Utara. Saat itu korban menderita luka sayatan sepanjang 22 cm, sehingga dirawat di RS Mangusada, Kapal, Badung.

Kejadian berikutnya pada 25 Oktober 2017 pukul 04.00. Saat itu seorang siswi SMA swasta Denpasar, Ayu T (16), menjadi korban. Dia menderita luka robek pada paha kanan, sehingga dirawat di RS Puri Raharja. Ayu mendapat 10 jahitan akibat luka sayat. (yan)

Baca juga :  "Memengkung" Keluar Rumah, Krama Kintamani Tak Dapat Pelayanan Sosial

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini