Ketiga Kalinya, Togar Situmorang Jadi Narasumber Webinar LBH Pemuda Sejati

0
6
Ketiga Kalinya, Togar Situmorang Jadi  Narasumber Webinar LBH Pemuda Sejati
NARASUMBER - Advokat dan pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., saat menjadi narasumber pada webinar yang diadakan LBH Pemuda Sejati. Webinar ini bertemakan "Kajian Hukum Proyek Pelabuhan Segitiga Emas Klungkung, Bali". (DenPost/ist)

UNTUK ketiga kalinya, advokat dan pengamat kebijakan publik Togar Situmorang, S.H., M.H., M.A.P., dipercaya sebagai narasumber pada webinar yang diadakan LBH Pemuda Sejati. Webinar ini bertemakan “Kajian Hukum Proyek Pelabuhan Segitiga Emas Klungkung Bali” .

‘’Saya berterima kasih kepada LBH Pemuda Sejati, khususnya kepada I Putu Agus Putra Sumardana, S.H., sekaligus sebagi Ketua LBH Pemuda Sejati, yang tetap memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi narasumber kembali pada webinar ini,’’ ujar Togar Situmorang, Rabu (5/8/2020).

Dia juga mengapresiasi webinar agar tetap dijalankan secara berkelanjutan dan banyak elemen masyarakat yang antusias ikut seperti Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, aparat Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung, advokat Ilham Ahmad Yani dari Pers Jakarta, maupun masyarakat Bali dan luar Bali.

Menurut Togar Situmorang, topik yang diangkat pada webinar ini sangat menarik untuk dibahas lebih mendalam. Apalagi Bupati Klungkung secara transparan menerangkan awal proyek pembangunan pelabuhan segi tiga emas ini. Sebelumnya pada 3 Agustus 2020 penggarapan pelabuhan ini dimulai yang ditandai dengan ground breaking (peletakan batu pertama) yang dihadiri Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Baca juga :  Tanpa Demokrat, Pansus Penyertaan Modal DPRD Denpasar Terbentuk

Togar Sirumorang yang masuk dalam Tim 9 Investigasi Komnaspan ini berharap pembangunan pelabuhan penyeberangan segitiga emas Provinsi Bali yaitu Pelabuhan Sanur-Pelabuhan Bias Munjul-Pelabuhan Sampalan, segera terwujud. Dia berharap jangan sampai proyek ini mangkrak atau bermasalah hukum. Dijelaskan juga bahwa pemenang atas tender proyek tersebut sudah ditunjuk, bahkan sekarang berproses tahap pelaksanaan.

Panglima Hukum ini berharap dukungan masyarakat agar pembangunan ini lancar, sehingga Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul mampu meningkatkan geliat ekonomi Klungkung, khususnya Nusa Penida.

Baca juga :  Bali Diisolasi, Koster Sebut Itu Urusan Berat

Menurut Togar Situmorang, Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul akan menjadi segitiga emasnya Bali. Kedua: pelabuhan ini akan dikoneksikan dengan Pelabuhan Sanur di Pantai Matahari Terbit. Selama ini, Dermaga Sanur menjadi alternatif penyeberangan jarak pendek masyarakat dan wisatawan dari Denpasar ke Nusa Penida.

Ada tiga target dari pembangunan Dermaga Sanur. Pertama: untuk memenuhi kebutuhan penyeberangan masyarakat lokal yang tangkil sembahyang ke Pura Penataran Ped di Desa Ped, Nusa Penida. Kedua: kepentingan transportasi masyarakat Nusa Penida-Sanur yang secara nilai ekonomis dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seberang. Ketiga: kepentingan Nusa Penida sebagai kawasan destinasi wisata.

Togar Situmorang menyarankan proyek dermaga ini diharapkan berpedoman pada Perda Bali No.4 Tahun 2020 tentang penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali terkait arsitektur pelabuhan supaya sesuai dengan budaya Bali itu sendiri. Mengingatkan sumber dana pembangunan pelabuhan ini bersumber dari dana APBN dan APBD Bali, Dewan Pakar Forum Bela Negara Provinsi Bali ini berharap supaya digunakan secara bijaksana dan bertanggung jawab. ‘’Jangan sampai dana yang berasal dari masyarakat diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu dengan cara-cara yang masif,’’ bebernya.

Baca juga :  Tiga Bulan, Lakalantas Renggut 70 Nyawa

Togar Situmorang juga menyarankan agar dalam menggali dana masyarakat, dilakukan oleh pemangku kekuasaan melalui Obligasi Daerah. Hal itu karena ikut-serta membangkitkan perekonomian masyarakat dengan memprioritaskan proyek-proyek mercusuar yang refound dananya ke masyarakat bisa nyata. Dimana latar belakang masyarakat Bali adalah menyame braya nindihin jagat i dan sesuai visi Gubernur Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. (yad)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini