Digitalisasi Diyakini Mampu Perbaiki Perekonomian Bali

0
8
Digitalisasi Diyakini Mampu Perbaiki Perekonomian Bali
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho

Dangin Puri, DenPost
Pemerintah Provinsi Bali bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali masif melakukan penerapan transaksi digital berbasis Quick Respons Code Indonesia Standard (QRIS) sebagai kanal transaksi digital.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, menyebutkan kemudahan bertransaksi menjadi salah satu upaya mengembalikan kestabilan perekonomian Bali. Terlebih saat ini Bali mengalami deflasi mencapai 0,39 persen, lebih dalam dibanding deflasi nasional yang 0,10 persen.

“Untuk para merchant, penggunaan QRIS akan sangat mendukung, pemasaran mereka secara online maupun offline dan akan mendorong potensi penjualan mereka, karena merchant dapat menerima pembayaran berbasis QR PJSP apa pun yang sudah berbasis QRIS,” paparnya, Rabu (5/8/2020).

Baca juga :  Geng Motor Lempari Mobil di Padanggalak, Satu Keluarga Nyaris Celaka

Selain itu, penggunaan QRIS dapat meningkatkan kepercayaan pembeli dan pedagang untuk transaksi, sebab minim kontak fisik. Trisno Nugroho menyebutkan persentase penggunaan QRIS di Bali sudah mencapai target BI. Itu diukur dari jumlah merchant yang menerapkan QRIS.

Terhadap manfaat itu, Trisno menilai bahwa digitalisasi diyakini mampu menstabilkan perekonomian Bali. Kata dia, hingga 31 Juli, QRIS diterapkan oleh sebanyak 113.737 merchant, dan diprediksi terus bertambah. Jumlah itu meningkat 373 persen dibandingkan awal tahun 2020 yang hanya 24.002 merchant. Selain memudahkan transaksi, penerapan QRIS juga meningkatkan kualitas merchant. “Mengurangi biaya pengelolaan uang cash, mencegah kecurangan, serta semua pendapatan akan tercatat,” bebernya.

Baca juga :  Dishub Denpasar Operasi Wajib Masker di Simpang Jalan Hayam Wuruk

Sedangkan bagi masyarakat, QRIS memudahkan pembayaran akan menjadi mudah, cepat dan kekinian. Pelanggan dan pelaku usaha juga hanya perlu memiliki satu akun di aplikasi maupun mobile banking. Semua perusahaan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) bisa terhubung.

Selain kemudahan bertransaksi, dibukanya pariwisata untuk wisatawan nusantara juga dapat menekan inflasi agar menjadi stabil. “Dimulainya kegiatan ekonomi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi pada Agustus 2020,” ungkapnya.

Baca juga :  Pemancing yang Hilang di Tol Ditemukan Meninggal

Bank Indonesia juga berkoordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). “TPID Kabupaten/Kota dan Provinsi Bali senantiasa akan terus menjalankan program 4 K, yaitu kestabilan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif,” pungkas Trisno. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini