Internet Masuk Rumah, UMKM di Desa Adat Bindu Menggeliat

0
14
Internet Masuk Rumah, UMKM di Desa Adat Bindu Menggeliat
KUNJUNGI UMKM - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta didampingi Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Made Widiana, mengunjungi pengusaha UMKM di Banjar Bindu, Desa Mekar Bhuana.

PROGRAM internet masuk rumah di Desa Adat Bindu yang memanfaatkan wifi gratis Pemkab Badung di banjar-banjar, sangat mempengaruhi roda perekonomian masyarakat setempat. Hal ini terbukti dari pengakuan pelaku usaha UMKM di banjar yang berbatasan dengan Kabupaten Gianyar ini.

Salah satu pengusaha sablon baju di Banjar Bindu, I Gusti Ngurah Agung Heriana Putra, mengatakan bahwa pihaknya sangat terbantu dengan adanya internet Badung masuk rumah–rumah warga. “Saya bisa membuat desain dengan adanya internet ke rumah-rumah ini. Kalau dulu, tiang (saya) hanya mendapat internet dari handphone (HP), dengan kuota yang agak mahal. Tapi dengan adanya program ini, saya hanya menambah satu alat dan saya sangat menghemat 90 persen pengeluaran untuk internet. Saya juga mendapat inovasi desain baru lebih banyak dengan program ini,” paparnya.

Sedangkan Kadis Kominfo IGN Jaya Saputra menjelaskan konsep eksekusi pemerataan akses internet di Desa Adat Bindu menerapkan sistem subsidi silang. Artinya, jauh-dekat, biaya instalasinya sama sehingga yang titiknya jauh tidak terlalu diberatkan dengan biaya penarikan kabel yang tinggi. Kerja sama dengan LPD juga sangat membantu warga yang kurang mampu dalam hal pembiayaan. Selain itu, masyarakat aktif mendedikasikan ilmu yang dimiliki untuk membangun desa adat. Bagi yang memiliki kemampuan IT, berkontribusi dalam penyebaran akses internet. Bagi yang memiliki ilmu dalam pengelolaan sampah, memberikan kontribusi dalam pengelolaan sampah organik, dan lain sebagainya. “Inilah salah satu penerapan smart city yang baik dan patut dijadikan contoh oleh desa-desa lain,” terangnya.

Baca juga :  Dihantam Corona, Pengusaha Travel Beralih ke Usaha Ini

Bendesa Adat Bindu, Gusti Nyoman Suastawa, mewakili masyarakat, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Giri Prasta dan jajaran Pemkab Badung atas perhatian serta dukungan aktif dalam mewujudkan Desa Adat Bindu yang mandiri. “Harapan kami, penerapan yang berjalan baik ini agar terus dipertahankan dan dikembangkan. Contohnya optimalisasi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) desa, penerapan dalam bidang kesehatan, dan tata ruang desa. Dengan demikian, Badung Smart Village dapat segera terwujud.” bebernya.

Baca juga :  Putri Wapres Minta Badung Genjot UMKM

Suastawa menambahkan bahwa inilah salah satu penerapan smart city yang baik dan patut dijadikan contoh oleh desa–desa lain. Dengan demikian, akan ada transfer knowledge dan pengalaman kepada desa–desa lain.
Menurut Suastawa, smart city merupakan konsep kota/kabupaten cerdas di mana seluruh stakeholder, baik pemerintah, pengusaha (pelaku bisnis), akademisi, maupun masyarakat, berkolaborasi dalam memanfaatkan setiap sumber daya untuk membangun daerah.

Tahun 2017 Kabupaten Badung bersama 25 kabupaten/kota lainnya di Indonesia telah ditunjuk oleh Kementerian Kominfo sebagai pilot project (proyek rintisan) penerapan Gerakan 100 Smart City di Indonesia. Dalam kesempatan itu, Kabupaten Badung terpilih sebagai percontohan di bidang pariwisata. Namun penerapan smart city bukan hanya tentang pengembangan dunia pariwisata. Sesuai konsep smart city, ada enam pilar yang merupakan pilar utama dalam smart city yaitu smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. (dwa)

Baca juga :  Mantan Bupati Badung Berpulang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini