RSUD Klungkung Tangani Enam Jenazah dengan Prokes Covid-19

0
5
RSUD Klungkung Tangani  Enam Jenazah dengan Prokes Covid-19
KIRIM JENAZAH - Petugas yang memakai APD lengkap mengirim jenazah dengan cara protokol kesehatan covid-19 di Klungkung, pada Kamis (6/8/2020). (DenPost/ist)

Semarapura, DenPost
Penyebaran covid-19 melalui transmisi lokal di masa normal baru di Kabupaten Klungkung masih terjadi. Walau banyak pasien yang dinyatakan sembuh, ada pula yang meninggal dunia kala berjuang melawan virus membahayakan tersebut. Hingga Kamis (6/8/2020), RSUD Klungkung mencatat enam jenazah yang ditangani dengan protokol kesehatan (prokes) covid-19.

Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengatakan bahwa keenam jenazah tersebut dinyatakan positif atau terkonfirmasi covid-19. Dari keenam kasus tersebut, hasil tes swabnya ada yang keluar kala masa perawatan, tapi ada pula yang keluar setelah meninggal dunia. Oleh sebab itu, tidak semua data pasien yang meninggal masuk rilis resmi kematian akibat covid-19. “Ada yang hasil tes swabnya keluar setelah meninggal, dan ada pula yang sebelum meninggal diswab dan hasilnya positif. Walau demikian, pasien suspect maupun terkonfirmasi, pemakamannya tetap dilakukan dengan protokol covid-19,” ujar dr.Kesuma.

Selain itu, pemulasaran jenazah tidak boleh dilakukan lebih dari empat jam setelah kematian. Sesuai protokol covid-19, setelah empat jam kematian, maka ada kemungkinan virus bermutasi atau berkembang biak.
“Jadi semakin cepat dilakukan perawatan jenazah, virus yang ada dalam cairan jenazah, seperti dalam cairan lubang pernapasan dan lubang-lubang yang lain, bisa dimatikan. Kalau lama, telanjur mengalir lendir-lendir itu menempel di tubuh dan pakaian, maka virus bisa bertahan lebih lama di luar tubuh,” paparnya.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri, Kapolres Klungkung Kumpulkan Tokoh Umat Muslim

Selain mengejar waktu, proses pemulasaran jenazah juga cukup ketat. Pascajenazah dimandikan petugas khusus, akan langsung disterilisasi dan didisinfeksi. Seluruh lubang ditutup kemudian dikafani serta dibungkus dengan plastik kedap air. Sebelum dan sesudah dimasukkan ke kantong jenazah, didisinfektasi lagi. Setelah itu barulah dapat dimasukkan ke dalam peti. “Peti dibungkus lagi dan didisinfektan lagi,” imbuhnya.
Petugas yang memakamkan juga petugas khusus yakni tim gabungan minimal empat yang mengenakan alat pelindung diri (APD) level III. Pihak keluarga diizinkan untuk terlibat, mulai dari proses memandikan hingga pemakaman. Hanya jumlahnya terbatas dan harus mengenakan APD.

Baca juga :  Pesta Miras, Empat Duktang Diamankan

“Kalau ada petugas yang tidak fit, maka kami tidak diikutkan. Kami sampaikan juga alur pemakaian APD dan pelepasannya. Setelah acara, maka harus mandi sehingga kemungkinan terpapar dari pasien atau jenazah bisa dihindari,” jelasnya seraya menambahkan bahwa seluruh petugas yang bersentuhan langsung dengan pasien maupun jenazah covid-19 akan dirapid test secara rutin setiap satu bulan sekali.

Sementara itu berdasarkan info resmi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Klungkung, hingga Kamis (6/8/2020) sekitar pukul 15.00, total kasus covid-19 hingga kini di Klungkung sebanyak 324. Dari jumlah itu, 32 orang masih dalam perawatan dan 290 sembuh. Sedangkan yang meninggal dunia dua orang. (wia)

Baca juga :  Positif Covid-19 di Bangli Bertambah Tiga Orang

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini